Hiu beku, 5 camilan Indonesia ditahan di perbatasan Taiwan atas kandungan terlarang

03/03/2026 19:22(Diperbaharui 03/03/2026 19:22)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

(Sumber Foto : TFDA)
(Sumber Foto : TFDA)

Taipei, 3 Mar. (CNA) Direktorat Jenderal Pengawas Obat dan Makanan Taiwan (TFDA) hari Selasa (3/3) mengumumkan masing-masing sekelompok hiu beku berbobot 27,5 ton dan lima produk camilan asal Indonesia yang bertotalkan 1,6 ton telah ditahan di perbatasan atas berbagai kandungan yang dilarang di Taiwan.

Sekelompok hiu beku yang dilabeli "冷凍小鯊魚(FROZEN SMALL SHARK FISH)" diterima untuk diperiksa pada 27 Januari, kemudian ditemukan mengandung logam berat kadmium 0,08 miligram per kilogram (mg per kg), melebihi batas yang ditoleransi di Taiwan yakni 0,05 mg per kg, kata TFDA.

Oleh karena itu, kata TFDA, sebanyak 27.509 kilogram produk tersebut, yang diimpor Zen Sing Shun International Enterprise Co. dari PT. Sinar Lautan Terpadu, dikembalikan atau dimusnahkan sesuai peraturan.

(Sumber Foto : TFDA)
(Sumber Foto : TFDA)

Sementara itu, sekelompok camilan "木薯脆條(Stik Basreng)" ditemukan mengandung pengawet asam benzoat sebanyak 1,6 gram per kilogram (g per kg), melampaui batas yang diperbolehkan yakni 1,0 g per kg, kata TFDA.

Satu kelompok "木薯脆片(Kerupuk Bawang)" ditemukan mengandung pemanis buatan sakarin sebesar 0,03 g per kg dan asam sikloheksil­sulfamat 1 g per kg, sementara kedua zat itu tidak diperbolehkan terdeteksi pada produk semacam ini, kata TFDA.

Oleh sebab itu, masing-masing 200 kilogram dan 100 kilogram produk tersebut, yang sama-sama diimpor Voirace Co. dari Galen Snack dan diterima untuk diperiksa pada 22 Januari, dikembalikan atau dimusnahkan sesuai peraturan, menurut TFDA.

(Sumber Foto : TFDA)
(Sumber Foto : TFDA)

Di sisi lain, sekelompok camilan "木薯餅(Cassava IKPedas (木薯餅))" juga ditemukan memiliki kandungan sakarin sebesar 0,14 g per kg dan asam sikloheksil­sulfamat 0,08 g per kg, kata ditjen tersebut.

Satu kelompok "木薯餅(Cassava Sumpia (木薯餅))" mengandung pengawet asam sorbat 0,3 g per kg, yang menurut produsen ditambahkan selama produksi kulit pastri, sementara produk semacam ini tidak boleh terdeteksi membawa zat itu, kata TFDA.

(Sumber Foto : TFDA)
(Sumber Foto : TFDA)

Sekelompok "魚餅(Kemplang Bakar (魚餅))" ditemukan mengandung pengawet asam benzoat 0,3 g per kg. Produsen menunjukkan zat ini ditambahkan saat pembuatan pasta ikan, yang menurut perhitungan digunakan sebesar 1,1 g per kg, lebih tinggi dari izin, kata TFDA.

Karena melanggar standar, ketiga produk yang diimpor Miyalo Limited Co. dari PT Penjelajah Gurih Inta dan diterima untuk pemerikasaan pada 19 Januari itu, masing-masing berbobot 500 kilogram, 300 kilogram, dan 500 kilogram, dikembalikan atau dimusnahkan sesuai peraturan, kata TFDA.

(Sumber Foto : TFDA)
(Sumber Foto : TFDA)

Seiring dengan tingginya tingkat ketidaklolosan tes camilan garing asal Indonesia di perbatasan Taiwan, pejabat TFDA Tsai Chia-fen (蔡佳芬) pada 10 Februari telah mengatakan pihaknya tengah menerapkan pemeriksaan ketat per kelompok, dengan tingkat pengambilan sampel sebesar 100 persen.

Secara total, TFDA pada Selasa mengumumkan 23 produk impor yang ditahan di perbatasan Taiwan, termasuk tujuh dari Tiongkok, enam asal Indonesia, tiga dari Prancis, dua asal Vietnam, serta masing-masing satu dari Jepang, Tailan, Cili, Swis, dan Jerman.

(Oleh Jason Cahyadi)

Selesai/IF

(Sumber Foto : TFDA)
(Sumber Foto : TFDA)
How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.