Dua ABK migran dan kapten diselamatkan pasca jatuh ke laut di perairan Taitung

25/02/2026 17:51(Diperbaharui 25/02/2026 17:51)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Foto untuk ilustrasi semata. (Sumber Foto : Dokumentasi CNA)
Foto untuk ilustrasi semata. (Sumber Foto : Dokumentasi CNA)

Taipei, 25 Feb. (CNA) Dua anak buah kapal (ABK) migran Filipina dan seorang kapten warga Taiwan diselamatkan setelah kapal rakit mereka terbalik di perairan lepas Kabupaten Taitung hari Rabu (25/2), diduga karena gelombang besar, menurut kapten tersebut.

Departemen Pemadam Kebakaran Kabupaten Taitung dan Direktorat Jenderal Penjaga Pantai (CGA) pada Rabu sore menerima laporan bahwa di sekitar 6 kilometer dari pesisir Taitung, sebuah rakit karet terbalik, dengan seorang kapten dan dua ABK terjatuh ke terlaut dan dan menunggu penyelamatan.

Kapal perikanan yang sedang beroperasi di dekat lokasi menemukan kejanggalan dan segera menuju lokasi untuk melakukan penyelamatan, serta langsung mengevakuasi ketiga orang tersebut, kata pihak berwenang.

Saat diselamatkan, ketiganya dalam keadaan sadar, lalu dipindahkan ke kapal cepat CGA untuk dibawa ke Pelabuhan Perikanan Fugang di Taitung.

Karena terlalu lama terendam air laut, ketiganya mengalami hipotermia, tetapi semuanya menolak untuk dibawa ke rumah sakit, menurut pihak berwenang.

Kapten, bermarga Liu (劉), menjelaskan kepada tim penyelamat bahwa saat itu kapal rakitnya berlayar dari Orchid Island di lepas pantai tenggara Taiwan menuju Pelabuhan Perikanan Fugang.

Ketika pelabuhan sudah tidak jauh, gelombang besar tiba-tiba menghantam dan para awak tidak sempat bereaksi, membuat kapal langsung terbalik dan Liu bersama dua ABK Filipina terjatuh ke laut, ujarnya.

Karena ponsel mereka kemasukan air dan tidak dapat digunakan untuk meminta pertolongan, mereka hanya bisa berpegangan pada rakit sambil menunggu bantuan, hingga terendam di laut selama sekitar dua jam sebelum beruntung sebuah kapal perikanan menemukan mereka dan memberikan pertolongan, ucapnya.

(Oleh Tyson Lu dan Jason Cahyadi)

Selesai/ML

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.