Taipei, 25 Feb. (CNA) Ikatan Mahasiswa Taiwan (IKMAT) Universitas Siber Asia (UNSIA) mengatakan mereka hari Minggu (22/2) meresmikan kepengurusan anyarnya, disertai amanah baru untuk menggerakkan roda organisasi, memperkuat kolaborasi, dan menghadirkan program yang berdampak bagi mahasiswa UNSIA di Taiwan.
"Dengan komposisi kepemimpinan yang lengkap mulai dari Pembina, Dewan Penasehat, Ketua dan jajaran, hingga divisi-divisi pelaksana IKMAT UNSIA siap melangkah lebih solid, profesional, dan berkelanjutan," kata unggahan di akun Facebook Mahasiswia Universitas Siber Asia.
Kepengurusan baru yang dilantik di Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei ini dijabat Pembina Dian Metha Ariyanti; Dewan Penasehat Adi Wahono Dewi dan Ratih Anggraini; Ketua Bayu Anggoro, serta jajaran lainnya.
Persemian pengurus dilanjutkan dengan kegiatan "Pintar Saja Tidak Cukup: Personal Branding sebagai Pengembangan Karir", di mana para peserta mendapatkan wawasan mengenai pentingnya penjenamaan pribadi sebagai bagian dari pengembangan diri dan persiapan karier di masa depan, menurut unggahan.
Kegiatan ini menghadirkan mantan Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Taiwan Febriyanti Rukmana sebagai pemateri, serta dihadiri berbagai mitra, termasuk kelompok-kelompok pekerja migran.
Dalam sambutannya, Wakil Kepala KDEI Johanes Andi Susanto mengapresiasi inisiatif IKMAT dalam menyelenggarakan kegiatan, serta ke para mahasiswa UNSIA yang sebagian besar merupakan pekerja migran Indonesia (PMI) di Taiwan, yang disebutnya tetap berkomitmen tinggi mengembangkan kompetensi diri melalui pendidikan.
Andi mengatakan ia berharap IKMAT UNSIA dapat terus menjalankan perannya secara konsisten, memberikan manfaat bagi warga negara Indonesia (WNI), serta menjadi sumber informasi pembelajaran UNSIA bagi komunitas WNI di Taiwan, menurut unggahan Facebook KDEI.
Sementara itu, Wakil Rektor II Bidang Adminitrasi Umum, Sumber Daya Manusia, Pemasaran dan Kerjasama UNSIA Abdul Wahab Bangkona serta Kepala Biro Kemahasiswaan, Kerjasama Internasional dan Tri Dharma UNSIA Dian Metha Ariyanthi memaparkan profil universitas mereka sebagai kampus berbasis digital dan sepenuhnya daring pertama di Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut disosialisasikan juga terkait akreditasi UNSIA, mekanisme dan sistem pembelajaran yang disediakan, profil mahasiswa, program kerja sama, riset dan pengembangan masyarakat, aktivitas dan layanan kemahasiswaan serta peluang karir, menurut KDEI.
Sementara itu, Perwakilan Serikat Buruh Industri Perawatan Taiwan (SBIPT), Gabungan Tenaga Kerja Bersolidaritas (GANAS), dan Serikat Buruh Industri Manufaktur (SEBIMA) juga sempat berbagi dengan Ketua IKMAT mengenai situasi PMI di Taiwan, kata SBIPT dalam unggahan Facebook.
"Kami mengajak mahasiswa menjadikan pendidikan sebagai alat pemberdayaan, serta menumbuhkan kepedulian terhadap isu pelindungan PMI. Dan dengan pendidikan diharapkan menjadi alat pembebasan bukan sekedar pencapaian pribadi," kata SBIPT.
Selesai/IF