Anak imigran baru bermimpi bangun pendidikan lintas budaya di Taiwan

25/02/2026 17:58(Diperbaharui 25/02/2026 17:58)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Lai Chia-chi, peraih beasiswa "Memoles Humaniora, Menyalakan Permata" dari National Chengchi University. (Sumber Foto : NCCU)
Lai Chia-chi, peraih beasiswa "Memoles Humaniora, Menyalakan Permata" dari National Chengchi University. (Sumber Foto : NCCU)

Taipei, 25 Feb. (CNA) Lai Chia-chi (賴嘉騏), anak yatim piatu dari keluarga imigran baru, mengatakan ia berharap dapat membangun sistem dukungan pendidikan lintas budaya demi para pendatang baru dan kelompok rentan di Taiwan, dengan dukungan beasiswa di National Chengchi University (NCCU) yang diterimanya.

NCCU dalam sebuah rilis pers menyebutkan bahwa salah satu proyek penggalangan dana seabad universitas, "Memoles Humaniora, Menyalakan Permata" (人社拋光.點亮璞玉), menyediakan beasiswa hingga NT$600.000 (Rp322 juta) selama empat tahun.

Beasiswa ini mendorong mahasiswa yang memiliki potensi humaniora dan kepedulian publik untuk mengembangkan keahlian lintas bidang, memperluas wawasan internasional, dan berkontribusi pada praktik sosial yang bermakna jangka panjang, kata NCCU.

Lai, generasi kedua imigran baru, adalah salah satu penerima beasiswa pertama. Ia awalnya hanya dirawat ibu berkebangsaan Vietnam yang membesarkan tiga anak sendirian. Namun, ibunya meninggal saat ia berada di kelas lima sekolah dasar, sehingga beban keluarga tiba-tiba jatuh padanya.

Ia merawat adik-adiknya sambil berusaha menjaga prestasi akademik dan mengajukan berbagai beasiswa untuk meringankan biaya pendidikan. Pada 2023, Lai juga berhasil menerima Penghargaan Pendidikan Presiden.

Lai terus terjun ke pendidikan di daerah terpencil dan kelompok rentan. Selama menempuh pendidikan di National Yang Ming Chiao Tung University, ia bahkan mendirikan program bimbingan pendidikan sosial untuk membantu pelajar kurang mampu mempersiapkan seleksi administrasi dan wawancara.

Lai, yang memilih mengambil gelar ganda di Jurusan Bahasa Asia Tenggara di NCCU, juga berpartisipasi dalam program pemberdayaan generasi kedua Asia Tenggara. Ia menulis cerita tentang ibunya, dan karya tersebut mendapatkan pengakuan dari Penghargaan Sastra New Taipei.

Di masa depan, kata Lai, ia berharap dapat mengintegrasikan teknologi pendidikan dan ilmu belajar untuk mengembangkan model pendidikan yang menjawab kebutuhan keluarga imigran baru dan pelajar rentan.

Lai menyatakan bahwa dukungan beasiswa selama empat tahun memungkinkan ia memandang masa depan dengan perspektif jangka panjang, bukannya terganggu tekanan ekonomi setiap tahun.

Awal tahun ini, ia kembali ke Vietnam untuk melakukan perjalanan pencarian akar yang telah tertunda selama 10 tahun. Dengan dorongan dari keluarga, ia semakin memantapkan rencananya menetap di sana setelah lulus dan memulai usaha, dengan harapan membangun koneksi pendidikan baru di antara budaya lintas negara.

Selain menyediakan beasiswa, kata NCCU, melalui sistem mentor dan mekanisme dukungan pembelajaran lintas bidang, program "Memoles Humaniora, Menyalakan Permata" juga mendorong mahasiswa membangun cetak biru pembelajaran, partisipasi di mobilitas internasional, praktik sosial, serta inovasi dan kewirausahaan.

Universitas yang berlokasi di Taipei itu mengatakan mereka berharap mahasiswa baru yang idealis dan aktif berani mengajukan rencana mereka selama periode pendaftaran, yang tahun ini berlangsung dari 30 April hingga 6 Mei pukul 12 siang.

(Oleh Phoenix Hsu dan Jason Cahyadi)

Selesai/IF

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.