Taipei, 31 Jan. (CNA) Meskipun tren penipuan di wilayah Kota Taipei secara keseluruhan mulai menunjukkan penurunan, namun tetap diperingatkan adanya modus baru di mana sindikat penipuan memasang iklan konten erotis di media sosial untuk menjerat korban, kata Departemen Kepolisian Kota Taipei pada Kamis (29/1).
Polisi mencatat tentang sebuah kasus, seorang lansia berusia 80 tahun menjadi korban iklan foto erotis yang mengarah kepada situs kencan berbayar palsu, dengan kerugian mencapai NT$9,52 juta (Rp5,087 miliar).
Divisi Investigasi Kriminal (CID) Departemen Kepolisian New Taipei menyatakan bahwa sepanjang Desember 2025, pihaknya berhasil menangkap 119 sindikat penipuan dengan total 1.054 tersangka, serta menyita aset ilegal senilai NT$72,74 juta. Selain itu, melalui kerja sama dengan pihak bank, polisi berhasil memblokir transaksi penipuan senilai lebih dari NT$218 juta.
Kepala CID Ting Ching (丁靖), menjelaskan bahwa meskipun jumlah kasus cenderung stabil, modus "investasi palsu" masih menjadi penyebab kerugian tertinggi. Sindikat ini sering kali bersembunyi di media sosial, aplikasi kencan, atau platform perpesanan dengan menyebar iklan dalam jumlah masif, ujarnya.
Selain itu, polisi menemukan tren baru di mana sindikat menggunakan foto-foto provokatif sebagai pintu masuk. Modus "pertemanan palsu" yang dulu biasanya meminta korban membeli game points agar bisa bertemu, kini telah "ditingkatkan" menjadi situs keanggotaan kencan profesional buatan. Situs-situs ini menjanjikan "pencarian pasangan cepat" berbasis teknologi pintar untuk membujuk warga bergabung dan melakukan top-up saldo guna meningkatkan level keanggotaan.
Untuk meyakinkan korban, sindikat mengklaim bahwa semua uang yang disetorkan dapat dikembalikan. Bahkan, di tahap awal, sindikat sering mengembalikan uang dalam jumlah kecil beserta bunga/keuntungan palsu agar korban semakin percaya dan menambah nilai depositnya, kata polisi.
Analisis kepolisian menunjukkan bahwa kelompok usia 40-49 tahun paling banyak menjadi korban (31,4 persen), diikuti oleh kelompok usia 30-39 tahun (22,9 persen). Hal ini menunjukkan bahwa target utama sindikat adalah penduduk usia produktif dan paruh baya.
Komisaris Kepolisian Taipei, Lin Yen-tien (林炎田), menegaskan bahwa pemberantasan penipuan tetap menjadi fokus utama kepolisian melalui penguatan edukasi masyarakat, pemutusan aliran dana ilegal, serta pengejaran sindikat hingga tuntas.
(Oleh Huang Li-yun dan Agoeng Sunarto)
Selesai/ja