Taipei, 30 Jan. (CNA) Perusahaan angkutan daring asal Eropa, Bolt akan dikenai denda administratif sebesar NT$30.000 (Rp16 juta) dalam kasus yang melibatkan salah satu pengemudinya, yang baru-baru ini meninggalkan seorang penumpang di tengah jalan hingga menyebabkan kematiannya ketika ia ditabrak oleh kendaraan yang lewat.
Hung Yu-min (洪瑜敏), seorang pejabat dari Kantor Transportasi Umum Taipei, mengatakan pada Jumat (30/1) bahwa Bolt gagal melakukan pemeriksaan yang tepat terhadap pengemudi bermarga Lin (林) dan akan didenda berdasarkan Undang-Undang Jalan Raya.
Berdasarkan hasil investigasi, Hung mengatakan bahwa meskipun Lin bekerja untuk Bolt, ia juga bergabung dengan armada lain dan menerima pesanan melalui beberapa platform, yang melanggar peraturan mengenai persetujuan dan operasional layanan taksi.
Berdasarkan peraturan saat ini mengenai persetujuan dan operasional layanan taksi, sebuah kendaraan hanya boleh bekerja dengan satu perusahaan layanan taksi untuk operasi penugasan. Selain itu, perusahaan yang menyediakan layanan tersebut harus terlebih dahulu memverifikasi bahwa kendaraan yang mereka terima belum terdaftar di perusahaan lain.
Lin mengoperasikan layanan taksi diversifikasi, sebuah inisiatif pemerintah di Taiwan yang memberikan kesempatan penghasilan legal bagi pengemudi yang memiliki kendaraan sendiri. Sering disebut sebagai "versi Uber Taiwan," layanan ini memungkinkan penumpang memesan perjalanan melalui platform daring dan melakukan pembayaran secara elektronik.
Selain itu, Hung mengatakan Lin dapat dikenai denda maksimum NT$7.200 karena meninggalkan penumpang di tengah jalan tol, yang melanggar Undang-Undang Manajemen dan Sanksi Lalu Lintas Jalan.
Hung menambahkan bahwa pihak berwenang akan memberitahu semua pengemudi Bolt dan menggunakan kasus ini dalam pelatihan mendatang untuk mengingatkan mereka agar memprioritaskan keselamatan penumpang dan menangani situasi tidak biasa dengan benar, menghindari penolakan layanan atau meninggalkan penumpang terlantar.
Menurut polisi New Taipei, kasus ini terjadi pada dini hari Minggu ketika pengemudi Lin (46) menurunkan penumpang bermarga Wen (溫) (25) di tengah Jalan Raya Provinsi No. 64 menuju Distrik Banqiao, setelah diduga terjadi pertengkaran verbal. Wen kemudian ditabrak dan tewas oleh empat kendaraan yang melintas.
Saat ini belum jelas apakah Lin memerintahkan Wen untuk keluar dari kendaraan atau Wen keluar atas kemauannya sendiri. Polisi saat itu tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang insiden tersebut, namun mengatakan Lin dan empat pengemudi yang menabrak Wen sedang diselidiki atas dugaan pembunuhan karena kelalaian.
Kasus pidana ini telah diserahkan ke Kejaksaan New Taipei.
Pada Jumat, kejaksaan dan polisi mengatakan penyelidikan masih berlangsung dan mereka belum dapat memberikan rincian lebih lanjut saat ini.
Dalam sebuah pernyataan, Bolt mengatakan bukti terkait insiden tersebut telah diamankan oleh polisi segera setelah kejadian dan, sebagai platform, perusahaan tidak memiliki atau mengendalikan rekaman dasbor kendaraan, yang akan ditangani oleh otoritas terkait sesuai hukum.
Bolt mengatakan pihaknya segera menangguhkan Lin dari menerima pesanan di platform, dan tindakan lebih lanjut akan bergantung pada hasil investigasi yudisial.
Perusahaan angkutan daring ini meluncurkan layanannya di Taiwan tahun lalu.
Selesai/ML