Taipei, 30 Jan. (CNA) Presiden Lai Ching-te (賴清德) mengatakan pada Kamis (29/1) bahwa Taiwan dan Amerika Serikat akan bekerja sama untuk memperluas keunggulan global mereka dalam cip kecerdasan buatan (AI), dengan menyoroti peran produsen memori asal AS, Micron Technology Inc., dalam upaya tersebut.
Dalam sambutannya menyambut Ketua, Presiden, dan CEO Micron, Sanjay Mehrotra, di Kantor Kepresidenan di Taipei, Lai mengatakan bahwa perusahaan tersebut telah beroperasi di Taiwan selama lebih dari 30 tahun, berinvestasi lebih dari NT$1,2 triliun (Rp639 triliun) dan mempekerjakan puluhan ribu insinyur.
Ia menyebut investasi Micron sebagai contoh terbaik kerja sama Taiwan-AS. Sebagai salah satu investor asing terbesar di negara ini, Micron telah menciptakan lapangan kerja dan memperkuat industri semikonduktor, dan dukungan pemerintah terhadap perusahaan tersebut akan terus berlanjut tanpa gangguan.
Pada akhir tahun lalu, Micron menerima putaran subsidi baru di bawah Program R&D Inovatif Industri A+ dari Kementerian Urusan Ekonomi, yang akan mendukung investasi tambahan di Taiwan selama tiga tahun ke depan dan mempercepat pengembangan serta produksi memori bandwidth tinggi (HBM), kata Lai.
Mikrocip dan memori sama-sama penting di era AI. Dengan dukungan Micron, Taiwan akan memperluas produksi HBM tingkat lanjut dan membantu perusahaan tetap kompetitif, memperkuat keunggulan global cip AI Taiwan-AS, tambah Lai.
Lai mengatakan ia berharap Micron terus mencetak tonggak baru di Taiwan, bekerja bersama negara ini untuk memperkuat teknologi memori penting bagi infrastruktur AI dan membangun rantai pasok yang lebih tangguh dan kompetitif demi masa depan yang saling menguntungkan.
Pekan lalu, Powercip Semiconductor Manufacturing Corp. (PSMC) Taiwan mengumumkan telah menandatangani surat pernyataan niat eksklusif (LOI) dengan Micron untuk menjual pabrik P5 miliknya di Tongluo, Kabupaten Miaoli, senilai US$1,8 miliar.
Berdasarkan LOI tersebut, Micron akan membangun kemitraan foundry jangka panjang dengan PSMC untuk manufaktur wafer pengemasan DRAM tingkat lanjut dan membantu perusahaan dalam memperkuat proses DRAM khususnya, dalam langkah yang menempatkan perusahaan AS tersebut untuk bersaing lebih langsung dengan raksasa memori Hynix dan Samsung.
Dalam beberapa tahun terakhir, Micron juga telah memperluas kehadirannya di Taiwan melalui akuisisi pabrik produksi AUO Corp. di Tainan dan Taichung.
Secara terpisah pada hari yang sama, analis industri TrendForce Wang Yu-chi (王豫琪) mengatakan bahwa di pasar HBM, SK Hynix tetap menjadi pemimpin, sementara kapasitas Micron yang relatif lebih kecil membuatnya sulit untuk mengalihkan produksi secara signifikan ke HBM di tengah kekurangan memori yang meluas, yang berarti lanskap pasar tidak mungkin berubah dalam waktu dekat.
Selesai/IF