Taiwan raih medali perak di Coupe du Monde de la Boulangerie

25/01/2026 17:15(Diperbaharui 25/01/2026 19:23)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

(Sumber Foto : Dokumentasi CNA)
(Sumber Foto : Dokumentasi CNA)

Paris, 25 Jan. (CNA) Tim pembuat roti Taiwan memadukan teh, buah, dan simbol keunggulan teknologi negaranya untuk meraih posisi kedua pada ajang Coupe du Monde de la Boulangerie di Paris, Rabu (21/1).

Kompetisi yang juga dikenal sebagai "The Bakery World Cup" ini berlangsung pada Selasa dan Rabu di Porte de Versailles, dengan diikuti oleh 10 tim dari seluruh dunia.

Taiwan diwakili oleh spesialis roti tradisional Kao Chi-wei (高淇崴), pakar viennoiserie Chang Shi-bin (張世彬), serta Peng Xin-rou (彭心柔), yang bertugas menciptakan patung roti raksasa dengan tema “Penemuan Terbesar dari Negara Anda.”

Meskipun berkompetisi dengan nama "Chinese Taipei," CNA menyaksikan beberapa pengunjung mengenali karya tim tersebut sebagai khas Taiwan.

Peng mengatakan para peserta dalam kategori "artistik" hanya memiliki waktu 10 jam, termasuk persiapan dan produksi di tempat, untuk menyelesaikan karya mereka.

Mengacu pada tema tahun ini, Peng memilih memasukkan unsur teh boba dan cip semikonduktor ke dalam karyanya, seraya menambahkan bahwa “penemuan terbesar Taiwan adalah rakyatnya.”

Kao memadukan teh Tieguanyin dari kawasan Muzha, Taipei, dengan nanas kering, sementara Chang mengolah buah-buahan khas Taiwan ke dalam roti manis yang terinspirasi dari Taipei 101.

Chang mengatakan beradaptasi dengan iklim kering Paris, air keras, dan peralatan yang tidak familiar menjadi tantangan, seraya menambahkan bahwa juri yang mencicipi roti sebelum kompetisi berakhir membuat manajemen waktu dan kerja sama tim menjadi sangat krusial.

Taiwan sebelumnya meraih juara pada tahun 2022, ketika tim yang dipimpin oleh Justin Wu (武子靖), yang kini menjadi pelatih, memenangkan juara pertama.

Menanggapi hasil tahun ini, Wu mengaku terkejut sekaligus puas, mengingat tim hanya berlatih bersama selama tiga minggu. “Meraih juara dua sudah merupakan hasil terbaik yang bisa kami capai setelah berusaha semaksimal mungkin,” ujarnya.

Wu menambahkan, tim melakukan sangat sedikit kesalahan dalam kategori penilaian objektif, seperti bobot dan spesifikasi, sehingga berhasil mengamankan banyak poin dasar.

(Oleh Tzeng Yi-shiuan, Evelyn Kao, dan Jennifer Aurelia)  

>Versi Bahasa Inggris

Selesai/ML

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.