Taipei, 28 Jan. (CNA) Warga negara asing yang ingin belajar di luar negeri semakin tertarik pada program studi yang berkaitan dengan teknologi informasi dan komunikasi, menurut laporan dari Asosiasi Pertukaran Budaya dan Pendidikan Internasional Taiwan (AICEE).
Preferensi terhadap bidang ini meningkat dari 14,7 persen pada tahun 2025 menjadi 15,5 persen pada tahun 2026, mencerminkan pengaruh kecerdasan buatan (AI) yang semakin besar terhadap pilihan studi, kata asosiasi Taiwan tersebut.
Pada saat yang sama, AICEE mengatakan minat terhadap bidang pendidikan, humaniora dan seni, serta ilmu sosial terus menurun, sementara bisnis dan manajemen -- yang selama ini menjadi bidang paling populer -- juga menunjukkan tren penurunan.
Temuan ini dirinci dalam laporan asosiasi tahun 2026 tentang tren rekrutmen internasional, yang meneliti bagaimana gelombang global AI membentuk preferensi studi luar negeri mahasiswa internasional.
Laporan yang diterbitkan baru-baru ini didasarkan pada sebuah survei daring yang dilakukan antara 1 Januari dan 31 Desember 2025, terhadap lebih dari 3.700 responden non-Taiwan dari 97 negara yang memiliki minat terhadap Taiwan dan berencana untuk mengejar gelar akademik di luar negeri atau yang berniat belajar bahasa Mandarin di Taiwan, menurut asosiasi tersebut.
Asosiasi tersebut mengatakan 53,2 persen dari mereka yang disurvei mengetahui bahwa TSMC, yang memasok 90 persen cip canggih dunia, adalah perusahaan Taiwan.
Banyak responden yang tertarik untuk mengejar gelar di luar negeri mengatakan mereka bingung karena kurangnya informasi rinci, termasuk jumlah beasiswa yang spesifik, kata asosiasi tersebut.
Terkait harapan setelah lulus, AICEE mengatakan 22,7 persen responden berharap dapat segera mendapatkan pekerjaan, sementara 22 persen ingin masuk ke industri yang sesuai dengan keahlian mereka.
CEO AICEE Allen Hung (洪志衛) mengatakan Taiwan secara historis kesulitan bersaing dengan Amerika Serikat dan Eropa dalam hal visibilitas pendidikan tinggi global.
Survei sebelumnya, katanya, secara konsisten menemukan bahwa lebih dari 80 persen mahasiswa internasional tidak memahami keunggulan pendidikan tinggi Taiwan.
Hung mengatakan bahwa di tengah gelombang AI, universitas lokal dapat memanfaatkan pengaruh Taiwan di bidang AI dan industri semikonduktor dengan mengaitkan nama sekolah dan departemen dengan kata kunci industri dalam upaya promosi, yang dapat membantu menarik calon mahasiswa internasional dan memperkuat pengenalan merek.
Selesai/IF