Taipei, 27 Jan. (CNA) Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) Taiwan akan memasukkan infeksi virus Nipah sebagai penyakit yang wajib dilaporkan dalam Kategori 5 setelah wabah terbaru di India.
Pejabat CDC mengatakan kepada CNA pada hari Minggu (25/1) bahwa mereka telah merilis usulan perubahan terhadap langkah-langkah pengendalian penyakit menular pada 16 Januari, yang memasukkan infeksi virus Nipah sebagai penyakit Kategori 5.
Masyarakat dapat memberikan komentar pada 60 hari ke depan sebelum hal ini diberlakukan.
Virus Nipah baru berada di bawah pengawasan prioritas di Taiwan sejak 2018, menurut data CDC. Secara global, lebih dari 750 kasus telah dilaporkan sejak virus ini pertama kali diidentifikasi pada tahun 1998, dengan tingkat kematian sekitar 58 persen.
Sebagai penyakit Kategori 5 dalam sistem Taiwan, virus ini akan diklasifikasikan sebagai infeksi baru atau langka dengan risiko besar terhadap kesehatan masyarakat, yang memerlukan pelaporan segera dan langkah pengendalian khusus.
India sedang mengambil tindakan untuk menahan wabah virus Nipah di negara bagian Bengal Barat di bagian timur setelah lima infeksi dikonfirmasi di sana hingga 19 Januari, kata Wakil Direktur Jenderal CDC Lin Ming-cheng (林明誠).
Meskipun CDC bermaksud mengklasifikasikan virus ini sebagai penyakit Kategori 5, Lin mengatakan Taiwan tetap mempertahankan peringatan perjalanan Level 2 "kuning" untuk negara bagian Kerala di India barat daya -- yang merupakan daerah rawan tradisional untuk virus Nipah -- tanpa peringatan untuk Bengal Barat atau wilayah lainnya.
Di bawah sistem peringatan perjalanan empat tingkat Taiwan, peringatan Level 2 "kuning" menyarankan wisatawan untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengambil langkah pencegahan, tetapi tidak membatasi perjalanan.
Lin mengatakan peringatan perjalanan akan diperbarui seiring perkembangan wabah. Jika terjadi penularan komunitas, peringatan dapat dinaikkan; jika infeksi tetap terbatas di rumah sakit, pelancong hanya akan disarankan untuk menghindari fasilitas medis di daerah terdampak.
Lin memperingatkan bahwa kelelawar buah adalah sumber alami virus Nipah dan mengatakan kelapa yang terkontaminasi air liur atau urin kelelawar berisiko menularkan infeksi. Ia mengimbau pengunjung ke India untuk menghindari makanan dan minuman mentah atau yang tidak dipanaskan, terutama jus kelapa mentah.
CDC mengatakan virus Nipah dapat menginfeksi manusia melalui kontak dengan kelelawar atau hewan yang terinfeksi seperti babi, serta melalui droplet pernapasan atau kontak langsung dengan cairan tubuh. Penularan terbatas dari manusia ke manusia juga telah didokumentasikan.
Gejala sangat bervariasi, mulai dari infeksi tanpa gejala hingga penyakit pernapasan akut dan ensefalitis fatal, kata CDC.
Selesai/IF