Berita Pilihan Taiwan Berbahasa Indonesia EP8

19/01/2026 17:06(Diperbaharui 19/01/2026 17:06)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

 
Berikut berita pilihan Taiwan berbahasa Indonesia CNA edisi kedelapan:  

Rencana MBG di beberapa wilayah Taiwan tuai reaksi beragam

Program makan bergizi telah berlangsung puluhan tahun di sekolahan Taiwan. Namun, karena pemerintah daerah menjadi pelaksana utama, sementara di beberapa wilayah makanan yang disajikan sepenuhnya gratis, di daerah-daerah lainnya program ini hanya memberi subsidi.

Pada Januari 2026, sejumlah besar pemerintah daerah mengumumkan rencana makan bergizi gratis, termasuk kota Taipei, Keelung, Taichung, Kaohsiung, Tainan, dan Hsinchu serta kabupaten Miaoli, Yunlin, Pingtung, dan Chiayi.

Lantas, apa kata penerima? Ada pelajar yang mengatakan dia menyukainya, sementara yang lainnya mengatakan tergantung makanan di hari itu, dan ada juga yang menginginkan perubahan menu.

Seorang kepala sekolah dasar mengatakan langkah ini mengurangi beban kerja administratif. Seorang guru menekankan yang terpenting adalah para pelajar dapat mendapatkan nutrisi yang cukup, seiring makanan yang disajikan diawasi ahli gizi dan diatur melalui rapat.

Seorang orang tua murid mengatakan perbaikan bisa dimulai dari kurang sukanya pelajar terhadap makanannya. Yang lainnya mengatakan pemerintah daerah bisa berupaya mengatasi masalah anggaran dengan menyesuaikan menu dengan harga pasar.

Penyidikan serangan pisau maut di Taipei ditutup

Seorang pria berusia 27 tahun pada 19 Desember melakukan serangan dengan pisau dan granat asap di MRT Taipei Main Station dan sekitar Stasiun MRT Zhongshan, menewaskan tiga orang dan melukai beberapa lainnya, sementara pelaku meninggal setelah melompat dari pusat perbelanjaan.

Setelah hampir satu bulan, Kantor Kejaksaan Distrik Taipei pada 15 Januari mengatakan mereka menutup kasus ini tanpa melayangkan tuntutan, karena satu-satunya tersangka telah meninggal. Menurut kejaksaan, pelaku memiliki niat bunuh diri.

Penyidik tidak menemukan bukti bahwa pelaku bertindak bersama komplotan. Mereka menganggap kasus ini sebagai "kejahatan ekspresif yang sangat terencana", tetapi motif internal pelaku tidak dapat dipastikan.

Temuan menunjukkan pelaku memiliki "kepribadian tertekan" dan menarik diri dari masyarakat. Pelaku juga membuat dokumen rencana penyerangan pada 5 Oktober yang ia sempat edit lebih dari 60 kali, serta sempat mencari konten kekerasan hingga ribuan kali.

Survei MOL temukan kenaikan gaji dan perubahan jam kerja PMA

Kementerian Ketenagakerjaan Taiwan atau MOL pada 12 Januari merilis hasil survei tahun 2025 yang menunjukkan pekerja migran mengalami kenaikan gaji, serta perubahan jam kerja yang berbeda di setiap sektor.

MOL pada Juli hingga Agustus 2025 melakukan survei manajemen pekerja migran yang berfokus pada kondisi di bulan Juni.

Menurut MOL, pekerja migran yang dipekerjakan pelaku usaha mendapatkan rata-rata gaji bulanan reguler NT$29.800 dan upah lembur NT$5.100, dengan jumlah total yang naik 4,7 persen dari setahun sebelumnya, didorong penyesuaian upah minimum. 

Mereka memiliki total jam kerja rata-rata mencapai 196,5 jam di sepanjang Juni 2025, naik hampir 10 persen dari setahun sebelumnya seiring jam lembur di sebagian industri manufaktur bertambah.

Sementara itu, menurut MOL, perawat migran mendapatkan rata-rata gaji reguler NT$21.300 dan upah lembur NT$2.800, dengan total gabungan yang naik 1,8 persen dari setahun sebelumnya, karena penyesuaian gaji saat perpanjangan kontrak. Mereka rata-rata bekerja 10,1 jam per hari, relatif sama dengan tahun sebelumnya.

AS turunkan tarif impor barang Taiwan jadi 15%

Sempat mencapai 32 persen lalu turun ke 20 persen, tarif masuk produk Taiwan yang diimpor ke Amerika Serikat kembali diturunkan ke 15 persen, melalui kesepakatan yang dicapai negosiasi perdagangan yang berakhir 15 Januari waktu AS.

Kesepakatan ini tidak menambahkan Taiwan ke tarif negara paling disukai yang sudah ada, memberikan perlakuan paling menguntungkan bagi berbagai produk termasuk semikonduktor, hingga mencakup komitmen untuk memperluas kerja sama investasi rantai pasok dan memperdalam kolaborasi strategis di bidang kecerdasan buatan, menurut Kabinet Taiwan.

Sebagai bagian dari kesepakatan, perusahaan semikonduktor, layanan manufaktur elektronik, kecerdasan buatan, dan energi Taiwan akan berinvestasi sebesar US$250 miliar di AS, kata Kabinet.

Pemerintah Taiwan juga telah setuju untuk memberikan jaminan kredit hingga US$250 miliar bagi lembaga keuangan untuk mendukung investasi di pasar AS oleh sektor semikonduktor serta teknologi informasi dan komunikasi.

(Oleh Jason Cahyadi dan Jennifer Aurelia)

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.