Taipei, 19 Jan. (CNA) Perdana Menteri Cho Jung-tai (卓榮泰) menyambut tim negosiasi perdagangan pemerintah saat mereka tiba di Bandara Taoyuan pada hari Senin (19/1), dan memuji mereka atas kesepakatan pengurangan tarif dan investasi yang telah dicapai dengan Amerika Serikat.
Dipimpin oleh Wakil Perdana Menteri Cheng Li-chiun (鄭麗君) dan kepala negosiator perdagangan Yang Jen-ni (楊珍妮), tim tersebut berhasil merumuskan kesepakatan yang "substansial" dan "bermakna" dengan Washington, yang diumumkan di AS pada Kamis (15/1) lalu, kata Cho kepada wartawan di bandara.
Sementara itu, Cheng mengatakan bahwa perjanjian perdagangan tersebut membuktikan bahwa "Kerja keras rakyat Taiwan, bersama dengan teknologi dan industri Taiwan, telah menjadi kekuatan kunci di dunia," dan menunjukkan bahwa dunia "Membutuhkan Taiwan."
Tim negosiasi perdagangan kembali setelah mencapai kesepakatan awal dengan AS pekan lalu mengenai pengurangan tarif atas barang-barang Taiwan menjadi 15 persen, sebagai imbalan atas investasi perusahaan semikonduktor dan teknologi Taiwan setidaknya sebesar US$250 miliar (Rp 4,25 kuadriliun) di AS.
Angka US$250 miliar tersebut termasuk investasi sebesar US$100 miliar yang dijanjikan oleh Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. (TSMC) pada Maret 2025, beberapa minggu setelah Presiden AS Donald Trump menjabat, jelas Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick dalam sebuah wawancara pada hari Jumat (16/1).
Hal ini berarti bahwa investasi TSMC sebesar US$65 miliar untuk membangun tiga pabrik wafer canggih di Arizona, sebelum Trump kembali menjabat tahun lalu, tidak termasuk dalam angka US$250 miliar tersebut.
Sebagai bagian dari perjanjian perdagangan baru ini, pemerintah Taiwan juga telah setuju untuk menyediakan jaminan kredit hingga US$250 miliar bagi lembaga keuangan guna mendukung investasi industri semikonduktor Taiwan di pasar AS, serta sektor teknologi informasi dan komunikasi.
Ketentuan perjanjian ini akan ditandatangani dalam beberapa minggu mendatang sebagai bagian dari pakta perdagangan formal, yang memerlukan persetujuan dari Legislatif Taiwan.
Di Taiwan, reaksi terhadap perjanjian ini beragam, dengan sebagian orang menyambut baik pengurangan tarif AS atas barang-barang Taiwan dari 20 persen menjadi 15 persen, sama dengan tarif untuk Jepang, Korea Selatan, dan Uni Eropa.
Komentator lain, termasuk beberapa anggota partai oposisi, mengkhawatirkan bahwa kesepakatan ini dapat memaksa perusahaan seperti TSMC untuk memindahkan terlalu banyak produksi mereka ke AS, yang pada akhirnya dapat "mengosongkan" Taiwan.
Perjanjian ini tidak mencantumkan jadwal kapan investasi Taiwan harus direalisasikan.
Namun, dalam wawancara dengan CNBC pekan lalu, Chief Financial Officer TSMC Wendell Huang (黃仁昭) mengatakan perusahaannya mempercepat investasinya di Arizona karena permintaan pelanggan yang tinggi.
Meskipun kehadirannya di AS semakin besar, teknologi tercanggih TSMC akan tetap berada di Taiwan karena "alasan praktis," kata Huang, dengan mengutip proses kolaborasi intensif antara unit R&D dan operasi perusahaan.
Selesai/ML