Taipei, 19 Jan. (CNA) Menteri Pendidikan Cheng Ying-yao (鄭英耀) mengatakan pada hari Senin (19/1) bahwa pemerintah memahami kebutuhan akan dukungan pendidikan bagi "imigran baru," setelah muncul keluhan tentang keharusan menggunakan aksara Tionghoa tradisional di Taiwan yang mendapat sorotan media.
"Imigran baru" adalah istilah hukum yang merujuk pada warga negara asing dan Tiongkok yang disetujui untuk tinggal jangka panjang di Taiwan, termasuk kategori residensi berbasis pernikahan dan kategori lainnya.
Berbagai media Taiwan dalam beberapa hari terakhir melaporkan bahwa seorang wanita asal Tiongkok yang menikah dengan warga Taiwan memposting secara daring bahwa menulis aksara Tionghoa tradisional di Taiwan itu "merepotkan."
Menurut laporan media tersebut, penulis postingan itu mengungkapkan harapan bahwa "reunifikasi" Taiwan dengan Tiongkok akan memungkinkan penggunaan aksara Tionghoa sederhana.
Berbicara kepada wartawan sebelum rapat komite legislatif, Cheng mengatakan bahwa Taiwan adalah masyarakat multikultural dan kebutuhan yang timbul dari pernikahan lintas negara adalah "dapat dimengerti."
Taipei, 19 Jan. (CNA) Menteri Pendidikan Cheng Ying-yao (鄭英耀) mengatakan pada hari Senin (19/1) bahwa pemerintah memahami kebutuhan akan dukungan pendidikan bagi "imigran baru," setelah muncul keluhan tentang keharusan menggunakan aksara Tionghoa tradisional di Taiwan yang mendapat sorotan media.
Dengan mencatat bahwa aksara Tionghoa tradisional adalah sistem penulisan resmi di Taiwan, ia mengatakan Kementerian Pendidikan telah lama bekerja sama dengan biro pendidikan pemerintah daerah untuk membantu anak-anak imigran dan siswa berkewarganegaraan asing beradaptasi dengan pembelajaran dan kehidupan sehari-hari di Taiwan.
Ia menambahkan bahwa biro dan departemen pendidikan di kota dan kabupaten di seluruh Taiwan menyediakan program pembelajaran transisi serta konseling dan bantuan bahasa.
Selesai/ja