Taipei, 16 Jan. (CNA) Amerika Serikat telah setuju untuk menurunkan tarif barang-barang Taiwan dari 20 persen menjadi 15 persen, tanpa menambahkannya pada tarif negara paling disukai (MFN) yang sudah ada, kata Yuan Eksekutif Taiwan dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat (16/1).
Kesepakatan yang dicapai dalam negosiasi perdagangan yang berakhir pada hari Kamis (waktu AS) itu juga memberikan perlakuan paling menguntungkan bagi semikonduktor dan produk terkait di bawah Section 232 dari Trade Expansion Act, kata Kabinet.
Kesepakatan ini juga mencakup komitmen untuk memperluas kerja sama investasi rantai pasok dan memperdalam kolaborasi strategis Taiwan-AS di bidang kecerdasan buatan, menurut pernyataan tersebut.
Tarif baru sebesar 15 persen ini menyamai tarif AS atas barang dari mitra dagang utama seperti Jepang, Korea Selatan, dan Uni Eropa.
Sebagai bagian dari kesepakatan, perusahaan semikonduktor, layanan manufaktur elektronik (EMS), AI, dan energi Taiwan akan berinvestasi sebesar US$250 miliar (Rp4,2 kuadriliun) di AS berdasarkan rencana mereka sendiri, kata pernyataan Kabinet, meskipun tidak disebutkan jadwal waktunya.
Pada saat yang sama, pemerintah Taiwan juga telah setuju untuk memberikan jaminan kredit hingga US$250 miliar bagi lembaga keuangan untuk mendukung investasi di pasar AS oleh sektor semikonduktor serta teknologi informasi dan komunikasi, kata pernyataan tersebut.
Pada hari Senin (12/1), New York Times melaporkan bahwa Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. (TSMC) akan berkomitmen membangun setidaknya lima pabrik lagi sebagai imbalan atas kemungkinan pengurangan tarif AS atas barang-barang Taiwan.
Ketua dan CEO TSMC, C.C. Wei (魏哲家), tidak secara langsung menanggapi laporan New York Times pada konferensi investor hari Kamis, namun ia mengatakan perusahaannya sedang "mempercepat" ekspansi kapasitas di AS untuk memenuhi kebutuhan klien.
Dengan kesepakatan ini, Taiwan menjadi negara pertama di dunia yang mendapatkan perlakuan paling menguntungkan bagi pemasok semikonduktor dan produk terkait, yang seharusnya secara signifikan mengurangi ketidakpastian bagi industri semikonduktor lokal, kata pernyataan Kabinet.
AS juga telah berjanji untuk memberikan status paling menguntungkan kepada perusahaan semikonduktor Taiwan saat mereka mengimpor bahan baku, peralatan, dan komponen elektronik untuk operasi mereka di AS, kata pernyataan tersebut tanpa merinci lebih lanjut.
Menurut Kabinet, Washington telah mengakui dan menerima "model Taiwan" yang diajukan Taipei untuk memungkinkan perusahaan Taiwan mengikuti rencana mereka sendiri dalam berinvestasi di AS dan mendekatkan diri secara geografis dengan klien Amerika mereka.
"Model Taiwan" ini diharapkan dapat mendorong perusahaan Taiwan untuk masuk ke rantai pasok di pasar AS dan membangun klaster industri di sana, kata Kabinet.
Taiwan memiliki surplus perdagangan terbesar keenam dengan AS dibandingkan negara lain di dunia, dan sekitar 90 persen dari surplus itu berasal dari penjualan semikonduktor, produk informasi dan komunikasi, serta komponen elektronik, menurut pernyataan tersebut.
Dalam pernyataan terpisah, Departemen Perdagangan AS menggambarkan pengaturan ini sebagai "kesepakatan dagang bersejarah yang akan mendorong relokasi besar-besaran sektor semikonduktor Amerika" dan "memperkuat ketahanan ekonomi AS, menciptakan lapangan kerja bergaji tinggi, serta memperkuat keamanan nasional."
Di luar sektor teknologi, penurunan bea masuk atas barang Taiwan yang diimpor ke AS menjadi 15 persen tanpa menambahkannya pada tarif MFN yang sudah ada seharusnya membantu membuat sektor non-teknologi Taiwan lebih kompetitif, karena kini mereka berada pada posisi yang setara dengan Jepang, Korea Selatan, dan Uni Eropa, kata Kabinet.
Taiwan juga telah mendapatkan perlakuan paling menguntungkan untuk barang lain seperti suku cadang otomotif, furnitur kayu, dan komponen pesawat di bawah Section 232, dan Taipei serta Washington telah sepakat untuk membentuk mekanisme negosiasi di bawah Section 232.
Selesai/ML