Taipei, 17 Jan. (CNA) Para peneliti di Universitas Nasional Central (NCU) pada hari Senin (12/1) mengatakan bahwa mereka telah menyelesaikan percobaan luar ruangan pertama di Taiwan dengan menggunakan muon untuk memeriksa struktur kepadatan internal gunung, sebuah metode yang diibaratkan seperti mengambil foto rontgen Bumi.
Teknik ini dapat diterapkan dalam pengembangan panas bumi dan penyimpanan karbon dioksida secara geologis, kata universitas tersebut saat membagikan hasil penelitian tim pada konferensi pers di Taipei pada hari Senin.
Dipimpin oleh profesor Kuo Chia-ming (郭家銘) dan Chen Chien-chih (陳建志), proyek ini telah terpilih untuk mendapatkan pendanaan hibah di bawah Program Shackleton, kata universitas tersebut.
Tim tersebut mengatakan mereka menggunakan scintillator dan silicon photomultiplier untuk mengukur muon, partikel subatom yang mirip dengan elektron, yang dihasilkan ketika sinar kosmik berinteraksi dengan atmosfer Bumi.
Menurut Kuo, muon memiliki daya tembus yang kuat, dan terdeteksi saat mereka melewati ratusan meter batuan untuk menganalisis struktur internal gunung.
Pendekatan ini menciptakan sistem sensor yang ringkas, berdaya rendah, dan stabil yang cocok untuk penggunaan luar ruangan jangka panjang, kata tim tersebut.
Eksperimen deteksi muon luar ruangan pertama di Taiwan telah diselesaikan di atas Terowongan Pengendalian Sedimentasi Waduk Shimen di Taoyuan pada awal 2025, menurut NCU.
Para peneliti mengatakan mereka juga menargetkan Kelompok Gunung Berapi Tatun dekat Taipei pada akhir 2025.
Chen mengatakan geologi Taiwan yang kompleks, medan yang curam, dan tantangan seperti gunung berapi, tanah longsor, sumber daya panas bumi, serta rekayasa bawah tanah menjadikan Taiwan sebagai tempat uji coba yang cocok untuk teknologi pencitraan muon.
Chen juga mengatakan teknologi ini dapat memberikan dukungan ilmiah bagi transisi Taiwan menuju net zero.
Selesai/IF