Taipei, 12 Jan. (CNA) Sebuah merek alas kaki asal Jepang menyampaikan permohonan maaf dan menskors seorang pegawai di gerai Taipei 101 setelah pegawai tersebut dituduh melakukan diskriminasi dengan mengatakan kepada seorang pelanggan asal Vietnam bahwa sepatu yang ingin dicobanya “sangat mahal”, lalu mengabaikannya.
Dalam unggahan di media sosial pada Minggu (11/1), seorang warganet Taiwan menyebutkan bahwa insiden itu terjadi pada Sabtu (10/1), ketika seorang pekerja migran Vietnam yang dikenalnya meminta untuk mencoba sepasang sepatu di toko Onitsuka Tiger di Taipei 101.
Menurut unggahan tersebut, pramuniaga itu menjawab dengan nada tidak sopan bahwa sepatu tersebut “sangat mahal”, kemudian mengabaikan pelanggan hingga ia kembali bertanya, yang kemudian dijawab singkat, “kami tidak memiliki ukuran 37.”
“Saya rasa tidak dapat dipercaya bahwa masih ada diskriminasi rasial seperti ini pada 2026,” tulis pengunggah, seraya menambahkan bahwa Taipei 101 khususnya kerap dipadati wisatawan asing.
Ketua Taipei 101 Janet Chia (賈永婕) kemudian menanggapi unggahan tersebut pada Minggu, mengucapkan terima kasih kepada pengunggah dan berjanji akan menindaklanjuti insiden itu.
Seiring meningkatnya sorotan pada Senin (12/1), Onitsuka Tiger mengeluarkan pernyataan yang menyampaikan "permintaan maaf yang tulus" atas "insiden baru-baru ini."
Merek alas kaki tersebut mengatakan telah menskors karyawan yang bersangkutan sambil menunggu penyelidikan internal, dan berjanji akan mengambil tindakan tegas, termasuk kemungkinan pemecatan, jika tuduhan tersebut terbukti.
Hingga Senin sore, unggahan yang memuat tuduhan tersebut telah menarik lebih dari 24.000 tanda suka dan 1.000 balasan di Threads, yang banyak digunakan di Taiwan.
Menurut situs resminya, Onitsuka Tiger memiliki 10 gerai di Taiwan, dengan sebagian besar produknya dijual pada kisaran harga NT$4.000 (Rp2,1 juta) hingga NT$8.000 per pasang.
Selesai/IF