Taipei, 8 Jan. (CNA) Direktorat Jenderal Pariwisata (TA) Taiwan hari Senin (4/1) mengeluarkan pedoman terbaru untuk memperkuat pelindungan bagi pemagang asing di sektor akomodasi dan perhotelan, termasuk ketentuan upah minimum, batas kerja delapan jam per hari, serta larangan umum bekerja pada malam hari.
Langkah ini diambil setelah TA membuka sektor tersebut bagi mahasiswa asing yang terdaftar di sekolah luar negeri tahun lalu untuk membantu mengatasi kekurangan tenaga kerja. Mahasiswa yang mengambil jurusan perhotelan, seni kuliner, pariwisata, rekreasi dan olahraga, manajemen, bahasa Mandarin, atau bahasa Inggris memenuhi syarat untuk melamar posisi di sektor ini.
Pada tahun 2025, lebih dari 1.900 mahasiswa datang ke Taiwan untuk magang, namun kekhawatiran masih ada terkait pelindungan yang kurang memadai, dengan beberapa magang yang lebih menyerupai pekerjaan nyata daripada pelatihan.
Berdasarkan pedoman tersebut, pemagang asing yang melakukan pekerjaan di luar pelatihan mereka harus menerima pembayaran setidaknya setara dengan upah minimum, dengan biaya makan dan tempat tinggal dapat dipotong. Upah minimum bulanan di Taiwan, berlaku mulai 1 Januari, adalah NT$29.500 (Rp15,73 juta), sedangkan upah per jam adalah NT$196.
TA menyatakan bahwa potongan untuk makan dan tempat tinggal harus dibatasi maksimal NT$5.000, mengacu pada pedoman sebelumnya dari Kementerian Ketenagakerjaan (MOL).
Pelatihan tidak boleh melebihi delapan jam per hari atau 40 jam dalam satu pekan, dan tidak boleh dijadwalkan antara pukul 10 malam hingga 6 pagi tanpa persetujuan pemagang tersebut.
Pedoman tersebut melarang praktik seperti memperpanjang jam magang, memotong upah secara tidak adil, menyita paspor, atau membatasi kebebasan bergerak. Pemberi magang juga diwajibkan untuk memastikan keselamatan pemagang dan memberikan pelatihan serta perlindungan keselamatan dasar.
Pihak yang menyediakan magang melalui agen atau lembaga perantara harus mencantumkan dalam kontrak bahwa pemagang asing tidak boleh dikenakan biaya apapun, kata TA.
Pemagang juga harus dilindungi oleh asuransi yang sesuai yang disediakan oleh pihak penyelenggara magang, termasuk setidaknya asuransi kecelakaan kelompok atau kecelakaan kerja, dan TA harus diberitahu.
Pedoman tersebut juga mengatur bahwa pemagang asing harus telah menyelesaikan setidaknya satu semester studi, memenuhi persyaratan usia dan pendidikan untuk program mereka, serta memiliki kemampuan dasar berbahasa Mandarin atau Inggris.
Penyedia magang yang melanggar aturan dan tidak melakukan perbaikan setelah diberitahu dapat dilarang menerima pemagang asing di Taiwan selama tiga bulan hingga dua tahun, tergantung pada tingkat pelanggaran, kata TA.
Selesai/IF