Taipei, 12 Jan. (CNA) Militer Taiwan telah mendeteksi sinyal intermiten dari Flight Data Recorder (FDR) pesawat tempur F-16V yang hilang pekan lalu, namun tim pencari belum berhasil menemukan lokasi FDR, yang juga dikenal sebagai kotak hitam, kata Menteri Pertahanan Nasional Wellington Koo (顧立雄) pada Senin (12/1).
Koo memberikan pembaruan tersebut di sela-sela sidang legislatif, ketika ditanya tentang operasi pencarian dan penyelamatan yang sedang berlangsung setelah hilangnya pesawat F-16V dan satu-satunya pilotnya, Kapten Angkatan Udara Hsin Po-yi (辛柏毅), pada Selasa lalu.
Hsin lepas landas dengan jet tempur kursi tunggal, nomor ekor 6700, dari Pangkalan Udara Hualien di Taiwan timur pada pukul 18.17 Selasa lalu untuk misi pelatihan malam hari, namun ia segera melaporkan bahwa pesawat tersebut kehilangan ketinggian, menurut Angkatan Udara.
Pada pukul 19.28, ia melaporkan bahwa ia akan keluar dari pesawat, dan delapan detik kemudian, sinyal jet tersebut menghilang dari radar, kata Angkatan Udara, seraya menambahkan bahwa kemungkinan terjadi kerusakan pada komputer utama pesawat.
Angkatan Udara kemudian membentuk pusat tanggap darurat dan meluncurkan operasi pencarian dan penyelamatan, namun hingga kini belum berhasil menemukan Hsin maupun pesawat tersebut.
Pada Senin, Koo mengatakan kepada wartawan bahwa operasi pencarian dan penyelamatan hingga saat ini melibatkan 62 sorti kapal Angkatan Laut, 62 sorti kapal Penjaga Pantai, dan 16 pesawat nirawak.
Secara total, sekitar 1.000 orang telah terlibat dalam upaya pencarian dan penyelamatan di lepas pantai timur Taiwan, menurut menteri pertahanan.
Ia mengatakan militer telah mendeteksi beberapa sinyal intermiten yang diyakini berasal dari kotak hitam jet tersebut namun belum berhasil menemukan lokasinya.
Karena laut yang ganas pada Senin, kapal pencari tidak dapat meninggalkan pelabuhan di Taiwan timur namun akan kembali berlayar ketika kondisi membaik dan akan mencoba menemukan kotak hitam tersebut, kata Koo.
Selesai/IF