Taiwan setuju untuk perluas program perekrutan langsung Indonesia

06/01/2026 18:57(Diperbaharui 07/01/2026 13:56)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

 (Sumber Foto : Dokumentasi CNA)
 (Sumber Foto : Dokumentasi CNA)

Taipei, 6 Jan (CNA) Kementerian Ketenagakerjaan (MOL) Taiwan mengumumkan pada Selasa (6/1) bahwa mereka telah mencapai kesepakatan dengan Indonesia untuk memperluas program perekrutan langsung antarpemerintah, yang memungkinkan para pemberi kerja di sektor konstruksi, pemotongan hewan, dan perikanan lepas pantai untuk merekrut pekerja langsung dari Indonesia.

Di bawah skema yang diperluas ini, pemberi kerja yang memenuhi syarat dapat mengajukan permohonan melalui Pusat Layanan Perekrutan Langsung (DHSC) kementerian untuk melakukan seleksi pekerja berbasis proyek, melewati perantara swasta dan menurunkan biaya perekrutan bagi pemberi kerja maupun pekerja, kata pejabat MOL dalam konferensi pers.

Kementerian mendirikan pusat tersebut pada tahun 2008 untuk mendorong perekrutan langsung dan mengurangi ketergantungan pada perantara. Pusat ini menyediakan layanan termasuk konsultasi, interpretasi dwibahasa, dan manajer kasus yang menangani aplikasi dari awal hingga akhir.

Menurut Chen Ming-shan (陳明山), wakil direktur Pusat Urusan Tenaga Kerja Lintas Batas MOL, pusat tersebut dapat berfungsi sebagai kontak bagi pemberi kerja yang ingin merekrut pekerja Indonesia.

Pemberi kerja mengajukan kebutuhan tenaga kerja mereka ke pusat tersebut, setelah itu negara asal membantu merekrut tiga hingga lima kali jumlah kandidat yang dibutuhkan, kata Chen.

Pemberi kerja kemudian dapat memilih pekerja melalui peninjauan dokumen yang dilakukan di Taiwan, wawancara video, atau perjalanan seleksi langsung ke luar negeri, tambahnya.

Data MOL menunjukkan bahwa Taiwan pertama kali memperkenalkan seleksi berbasis proyek untuk pekerja manufaktur Indonesia pada tahun 2019, kemudian memperluas program ini ke perawat institusional dan pertanian pada tahun 2024.

Dari tahun 2019 hingga 2024, sekitar 50 pekerja per tahun direkrut melalui program ini, dengan jumlah meningkat menjadi 169 pada tahun 2025, menurut data tersebut.

(Oleh Wu Hsin-yun, Lee Hsin-Yin, dan Muhammad Irfan)

>Versi Bahasa Inggris

Selesai/ja

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.