Taipei, 6 Jan (CNA) Kementerian Ketenagakerjaan (MOL) Taiwan mengumumkan pada Selasa (6/1) bahwa mereka telah mencapai kesepakatan dengan Indonesia untuk memperluas program perekrutan langsung antarpemerintah, yang memungkinkan para pemberi kerja di sektor konstruksi, pemotongan hewan, dan perikanan lepas pantai untuk merekrut pekerja langsung dari Indonesia.
Di bawah skema yang diperluas ini, pemberi kerja yang memenuhi syarat dapat mengajukan permohonan melalui Pusat Layanan Perekrutan Langsung (DHSC) kementerian untuk melakukan seleksi pekerja berbasis proyek, melewati perantara swasta dan menurunkan biaya perekrutan bagi pemberi kerja maupun pekerja, kata pejabat MOL dalam konferensi pers.
Kementerian mendirikan pusat tersebut pada tahun 2008 untuk mendorong perekrutan langsung dan mengurangi ketergantungan pada perantara. Pusat ini menyediakan layanan termasuk konsultasi, interpretasi dwibahasa, dan manajer kasus yang menangani aplikasi dari awal hingga akhir.
Menurut Chen Ming-shan (陳明山), wakil direktur Pusat Urusan Tenaga Kerja Lintas Batas MOL, pusat tersebut dapat berfungsi sebagai kontak bagi pemberi kerja yang ingin merekrut pekerja Indonesia.
Pemberi kerja mengajukan kebutuhan tenaga kerja mereka ke pusat tersebut, setelah itu negara asal membantu merekrut tiga hingga lima kali jumlah kandidat yang dibutuhkan, kata Chen.
Pemberi kerja kemudian dapat memilih pekerja melalui peninjauan dokumen yang dilakukan di Taiwan, wawancara video, atau perjalanan seleksi langsung ke luar negeri, tambahnya.
Data MOL menunjukkan bahwa Taiwan pertama kali memperkenalkan seleksi berbasis proyek untuk pekerja manufaktur Indonesia pada tahun 2019, kemudian memperluas program ini ke perawat institusional dan pertanian pada tahun 2024.
Dari tahun 2019 hingga 2024, sekitar 50 pekerja per tahun direkrut melalui program ini, dengan jumlah meningkat menjadi 169 pada tahun 2025, menurut data tersebut.
Selesai/ja