Taipei, 7 Jan. (CNA) Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei menyambut baik kesepakatan dengan Kementerian Ketenagakerjaan (MOL) Taiwan untuk memperluas program perekrutan langsung antarpemerintah, yang memungkinkan para pemberi kerja di sektor konstruksi, pemotongan hewan, dan perikanan lepas pantai untuk merekrut pekerja langsung dari Indonesia.
Kepada CNA, Kepala KDEI Arif Sulistiyo menyebut secara prinsip pihaknya terus mengupayakan skema penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Taiwan secara transparan, cepat, berpihak pada pekerja dan mengedepankan perlindungan bagi PMI.
Adapun mekanisme yang akan terus dikembangkan selain Pusat Layanan Perekrutan Langsung (DHSC) dari Taiwan adalah Special Placement Program to Taiwan (SP2T). Program SP2T ini dirancang oleh Kementerian Ketenagakerjaan/Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Kemenaker/BP2MI) yang kini sudah naik status dari badan menjadi kementerian untuk memfasilitasi penempatan PMI di Taiwan.
“Program SP2T menerapkan prinsip zero cost, dengan biaya penempatan ditanggung oleh pemberi kerja. Sehingga tidak ada lagi jual beli job yang memberatkan PMI,” kata Arif.
Ia pun berharap ke depan semakin banyak perusahaan dan pemberi kerja di Taiwan yang memanfaatkan skema SP2T ini. “Apalagi sekarang sudah dibuka untuk seluruh sektor formal,” kata Arif.
Arif menambahkan bahwa seluruh tahapan dalam SP2T dilakukan secara transparan berbasis sistem digital, mulai dari verifikasi dokumen, pendampingan seleksi, pemenuhan dokumen penempatan, hingga penandatanganan kontrak dan keberangkatan ke Taiwan.
Setiap tahapan diumumkan secara terbuka melalui SiskoP2MI (Sistem Komputerisasi Pelayanan, Penempatan, dan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia), termasuk pengumuman peserta yang lulus seleksi dan biaya penempatan ditanggung oleh pemberi kerja.
“PMI juga didampingi hingga ke bandara dengan dukungan KP2MI,” kata Arif.
Sebelumnya di tahun lalu, Arif juga menyebut Taiwan memperkenalkan program perekrutan langsung untuk posisi keramahtamahan dan bongkar muat pelabuhan. Dalam pertemuan dengan KDEI kala itu, Direktorat Jenderal Pengembangan Tenaga (WDA) menyebut tahap awal program ini akan dicoba terlebih dahulu di Filipina dan KDEI Taipei mendorong agar Indonesia juga dapat memperoleh kuota dalam proyek percontohan ini.
“Kami menyambut baik program baru Taiwan dalam penempatan PMI pada jabatan hospitality dan bongkar muat pelabuhan. Indonesia siap mendukung pemenuhan kebutuhan calon pekerja pada kedua bidang tersebut karena kita memiliki talenta yang berkualitas. Indonesia juga telah berpengalaman dalam penempatan pekerja migran melalui skema kerja sama langsung diantaranya dengan Jepang, Korea Selatan, dan Jerman,” kata Arif.
Selesai/ja