Taipei, 11 Jan. (CNA) Setidaknya 18 penulis Thailand akan menghadiri Taipei International Book Exhibition (TiBE) 2026 pada awal Februari, dengan negara Asia Tenggara tersebut menjadi tamu kehormatan.
Sepuluh dari 18 penulis tersebut diundang oleh kantor perwakilan negara itu di Taipei, yang akan memimpin empat forum di pameran yang dijadwalkan berlangsung pada 3-8 Februari di Taipei World Trade Center, kata Direktur Kantor Perdagangan Thailand Kallaya Leewongcharoen dalam konferensi pers hari Rabu (7/1).
Tema paviliun Thailand, "CreaTHAIvity," mencerminkan "kreativitas yang tertanam dalam cara hidup masyarakat Thailand," kata Leewongcharoen. Paviliun ini akan menampilkan 50 buku perwakilan dan 21 ilustrator, dengan 37 perusahaan penerbitan yang berpartisipasi dalam acara tersebut.
Sepuluh penulis tersebut termasuk Kanokwalee Pojanapakorn, yang telah menulis lebih dari 60 novel; Prasertsak Padmarid, pemenang S.E.A. Write Award 2024 dengan karya debutnya "Ki Bad" (Menenun Luka); dan Prapt, novelis detektif dan BL (boys' love) populer yang memenangkan Weibo Thailand Innovative Novelist Award.
Tujuh penulis lainnya akan berpartisipasi dalam pameran atas undangan penerbit, termasuk mantan anggota parlemen Thailand Pita Limjaroenrat, yang buku barunya menceritakan perjalanan penuh tantangan selama pemilu 2023 dan upayanya yang akhirnya gagal menjadi perdana menteri meskipun partainya menang.
Sementara itu, Veeraporn Nitiprapha, penerima Southeast Asian Writers Award dua kali pada 2015 dan 2018, juga akan menghadiri pameran tersebut, kata Taipei Book Fair Foundation, yang menjadi penyelenggara bersama pameran. Penghargaan tersebut, yang juga dikenal sebagai S.E.A. Write Award, setiap tahun memberikan penghormatan kepada penyair atau penulis luar biasa dari kawasan ini sejak 1979, kata yayasan tersebut.
Menurut yayasan tersebut, negara dan wilayah lain yang memiliki paviliun antara lain Belgia, Prancis, Italia, Republik Ceko, India, Jerman, dan Hong Kong.
Lee Ching-hwi (李靜慧), wakil menteri Kementerian Kebudayaan, mengatakan dalam acara pers bahwa ini menandai ketiga kalinya TiBE menampilkan Thailand sebagai tamu kehormatan, setelah tahun 2009 dan 2014.
"Sejak edisi pertamanya pada tahun 1987, TiBE telah menjadi lebih dari sekadar tempat perdagangan dan transaksi, tetapi juga kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal berbagai budaya, yang dimungkinkan oleh komitmen jangka panjang Taiwan terhadap kebebasan berbicara dan penerbitan," kata Lee.
Ia juga menyebutkan pembagian tunai Culture Points senilai NT$1.200 (Rp637 ribu) yang tersedia bagi penduduk Taiwan berusia 13-22 tahun mulai 1 Januari, dan mengundang masyarakat untuk menghadiri acara budaya tersebut.
Selesai/IF