Taipei, 15 Nov. (CNA) Taiwan akan meluncurkan sensus nasional pertamanya tentang lansia yang hidup mandiri pada tahun 2026 untuk mengidentifikasi sekitar 700.000 manula dan memperkuat layanan kesehatan berbasis komunitas serta layanan perawatan jangka panjang, kata Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan (MOHW) pada hari Minggu (9/11).
Menteri Kesehatan Shih Chung-liang (石崇良) mengatakan di sela-sela seminar kesehatan bahwa populasi Taiwan yang menua dengan cepat dan angka kelahiran yang menurun telah membuat isu lansia yang hidup sendiri semakin mendesak.
Survei yang akan dilakukan bersama oleh MOHW dan Kementerian Dalam Negeri ini bertujuan untuk menetapkan data dasar dan mengalokasikan sumber daya perawatan dengan lebih baik, kata Shih.
Menurut perkiraan pemerintah daerah, sekitar 700.000 lansia di Taiwan saat ini hidup mandiri, termasuk mereka yang tinggal sendiri dan pasangan lansia yang hidup tanpa anggota keluarga lain.
Shih mengatakan pemerintah berencana mengalokasikan NT$6,2 miliar (Rp3,3 triliun) dari undang-undang khusus tentang ketahanan nasional untuk menyelesaikan program kunjungan penuh dalam dua tahun, memastikan setiap lansia mandiri menerima setidaknya satu kunjungan langsung.
Sensus ini akan mencakup semua individu lansia yang hidup mandiri, tanpa memandang pendapatan, dan akan menilai mereka berdasarkan dukungan keluarga, kondisi kesehatan, dan kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari. Lansia akan diklasifikasikan sebagai berisiko tinggi, sedang, atau rendah.
Mereka yang dianggap berisiko tinggi atau membutuhkan pemantauan lebih dekat akan menerima layanan yang disesuaikan seperti pengantaran makanan, kunjungan rutin, atau pemasangan alat peringatan darurat untuk membantu mengurangi kematian di antara lansia yang hidup sendiri, kata Shih.
Ia menambahkan bahwa data penilaian ini akan menjadi panduan alokasi sumber daya dalam rencana Perawatan Jangka Panjang 3.0 selama 10 tahun, yang akan dimulai pada tahun 2026, dengan penekanan pada perawatan terintegrasi yang berpusat pada individu, keluarga, dan komunitas.
Selain perawatan lansia, Shih mengatakan MOHW berencana memperluas sistem dokter anak perawatan bayi baru lahir, di mana seorang dokter dan tim medis yang ditunjuk memantau kesehatan anak hingga usia 3 tahun, untuk mencakup semua anak prasekolah hingga usia 6 tahun.
Dokter anak yang ditunjuk bertindak sebagai "Malaikat pelindung" yang mengawasi pertumbuhan anak, vaksinasi, dan perawatan pencegahan, kata Shih, seraya menambahkan bahwa mereka juga dapat mengingatkan orang tua tentang perawatan fluoride atau merujuk anak untuk penilaian perkembangan jika diperlukan.
Selesai/IF