Taipei, 23 Juli (CNA) Taiwan telah mencatat rekor tertinggi sebanyak 27 infeksi melioidosis hingga tahun ini, kata Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) hari Selasa (22/7), yang mengaitkan lonjakan tersebut dengan seringnya taifun dan masa inkubasi penyakit yang panjang.
Enam kasus terbaru dilaporkan di Kaohsiung antara 15 hingga 21 Juli setelah Taifun Danas, dengan dua di antaranya berakibat kematian, kata pejabat CDC dalam pengarahan mingguan mereka.
Enam individu yang terinfeksi, berusia antara 52 hingga 95 tahun, termasuk dua orang yang dipastikan terpapar air banjir atau lumpur yang terkontaminasi, tambah lembaga tersebut.
Salah satu korban meninggal, seorang pria berusia 50-an dengan riwayat hepatitis alkoholik, mengalami demam dan nyeri perut dan kemudian meninggal akibat pneumonia dan syok septik.
Korban meninggal kedua adalah seorang pria terbaring di tempat tidur berusia 90-an dengan penyakit jantung yang dengan cepat meninggal akibat pneumonia dan infeksi aliran darah, menurut CDC.
CDC menjelaskan bahwa bakteri penyebab melioidosis, yang umumnya ditemukan di tanah dan air yang tergenang, cenderung menyebar lebih mudah setelah hujan deras.
Jumlah kasus yang tidak biasa tinggi, yaitu 13 kasus, telah dilaporkan antara Januari dan April tahun ini, kemungkinan terkait dengan empat taifun yang melanda Taiwan pada akhir 2024, katanya.
Pejabat kesehatan mengimbau masyarakat -- khususnya lansia dan mereka yang memiliki penyakit kronis -- untuk mengambil tindakan pencegahan selama pembersihan pasca badai, termasuk mengenakan sepatu bot dan sarung tangan, serta menghindari kontak dengan air atau tanah yang terkontaminasi.
CDC menyarankan siapa pun yang mengalami demam, nyeri perut, atau kesulitan bernapas setelah terpapar banjir untuk segera mencari pertolongan medis.
Selesai/IF/JC