PMI sakit kelenjar tiroid, hampir terlambat diobati

05/06/2025 17:43(Diperbaharui 05/06/2025 17:43)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Foto operasi. Gambar hanya untuk ilustrasi semata. (Sumber Foto : Unsplash).
Foto operasi. Gambar hanya untuk ilustrasi semata. (Sumber Foto : Unsplash).

Taipei, 5 Jun. (CNA) Seorang pekerja migran Indonesia (PMI) sebut saja Anna (nama samaran) berkonsultasi kepada Pekerja Industri Perawatan Taiwan (SBIPT) mengenai sakitnya. Dokter menyarankan Anna untuk operasi kelenjar tiroid, tetapi majikan dan agensi selalu berusaha untuk mengundurnya, tulis keterangan rilis pers SBIPT.

Mulanya, Anna yang bekerja sebagai perawat migran di salah satu wilayah Taiwan utara menghubungi SBIPT untuk berkonsultasi mengenai penyakitnya. Ia disarankan dokter harus segera operasi untuk pengangkatan daging pada kelenjar tiroidnya dikarenakan daging tersebut sudah tumbuh besar.

Namun rencana operasi tersebut tertunda dikarenakan berbagai alasan majikan dan agensi berusaha untuk mengundurnya. Setelah berkonsultasi dengan SBIPT, Anna disarankan untuk segera operasi.

“Alhamdulilah operasi berjalan lancar walau ada pendarahan yang luar biasa karena pengaruh dari psikologi yang tidak stabil sebelumnya,” ujar Fajar ketua SBIPT dalam rilis persnya.

Menurut Fajar, Anna sempat dimarahi oleh dokternya karena hampir terlambat diobati. Daging sudah tumbuh besar, baru dilakukan tindakan operasi, tulis keterangan SBIPT.

Hingga berita ini dirilis, kondisi Anna semakin membaik, bahkan ia masih bisa bekerja dimajikannya yang sama. 

“Kami sedang mengusahakan pengajuan dana untuk membantu biaya operasi Anna,” ujar Fajar melalui wawancaranya bersama CNA.

Fajar juga menitipkan pesan kepada para pekerja migran untuk menjaga kesehatan, dan segera memeriksakan diri jika merasakan sakit, karena sehat itu adalah hak setiap pekerja. 

(Oleh Miralux)

Selesai/IF

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.