Taipei, 13 Feb. (CNA) Sebuah pengiriman lidah sapi yang diimpor dari Amerika Serikat ditahan di perbatasan Taiwan setelah ditemukan mengandung parasit yang umumnya menginfeksi hewan, lapor Direktorat Jenderal Makanan dan Obat-obatan (TFDA) pada Selasa (11/2).
Selain itu, sejumlah tiram yang juga diimpor dari AS disita di perbatasan karena mengandung jumlah logam berat kadmium yang berlebihan, menurut TFDA.
Kedua produk tersebut termasuk dalam 40 item impor yang ditolak dalam beberapa pekan terakhir karena mengandung pestisida berlebihan atau terlarang, atau gagal memenuhi persyaratan impor. Item lainnya termasuk asparagus dari Vietnam dan teh Earl Grey dari Hong Kong, menurut daftar mingguan barang yang dicegat yang dirilis oleh TFDA pada Selasa.
Seluruh pengiriman yang dicegat telah dikembalikan ke negara asalnya atau dimusnahkan di perbatasan, kata TFDA.
Sebuah pengiriman lidah sapi beku seberat 9,66 kilogram yang diimpor oleh Ben Harvest Co., yang berbasis di Taoyuan, ditemukan terinfeksi parasit Toxoplasma gondii. Produk tersebut dipasok oleh perusahaan Amerika Swift Beef Co., menurut TFDA.
Menurut Standar Sanitasi untuk Makanan Umum, makanan umum tidak boleh mengandung parasit.
Parasit protozoa Toxoplasma gondii adalah parasit yang dapat menular dari hewan ke manusia.
Menurut Wakil Direktur Jenderal TFDA Lin Chin-fu (林金富), ini merupakan pertama kalinya dalam enam bulan terakhir ditemukan parasit dalam pengiriman lidah sapi.
Sejak Taiwan melonggarkan pembatasan impor daging sapi dan produk sapi asal AS pada 2009, seluruh impor lidah sapi, testis sapi, dan hanger tender dari AS diperiksa satu per satu saat tiba di Taiwan.
Taiwan sempat menangguhkan impor daging sapi dan domba dari AS setelah ditemukannya kasus penyakit sapi gila (BSE) di negara tersebut pada Desember 2003.
Selain itu, satu batch tiram AS seberat 477 kg yang diimpor oleh New Fairy Co. yang berbasis di Taipei disita di perbatasan karena mengandung 2 mg/kg kadmium, melebihi batas yang diperbolehkan sebesar 1 mg/kg.
Dikarenakan perusahaan ini memiliki riwayat pelanggaran aturan impor, tingkat pengambilan sampel terhadap produk impornya sebelumnya telah ditingkatkan menjadi 20-50 persen. Dengan pelanggaran terbaru ini, TFDA akan menerapkan pemeriksaan ketat pada setiap pengiriman impor perusahaan tersebut, ujar Lin.
Selesai/ML