Taipei, 28 Agu. (CNA) Kasus enterovirus dan diare yang meningkat di Taiwan diperkirakan akan mencapai puncaknya setelah Festival Pertengahan Musim Gugur, kata Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) hari Selasa (27/8).
Wabah enterovirus di Taiwan telah meningkat dan dalam fase epidemi, dengan total 13.701 individu terinfeksi mengunjungi unit gawat darurat dan rawat jalan dari 18 hingga 24 Agustus, Direktur Pusat Intelijen Epidemi CDC Kuo Hung-wei (郭宏偉) mengatakan dalam konferensi pers.
Jumlah kasus yang dilaporkan minggu lalu -- kedua tertinggi untuk periode sama dalam dekade terakhir -- menandai peningkatan 5,8 persen dibanding pekan sebelumnya, melanjutkan tren kenaikan dalam pekan 4 hingga 10 Agustus, menurut data CDC.
Wakil Direktur Jenderal CDC Lo Yi-chun (羅一鈞) mengatakan jumlah kasus enterovirus tahun ini mulai meningkat selama liburan musim panas, lebih awal dibanding tahun-tahun sebelumnya ketika jumlah kasus biasanya mencapai titik terendah selama liburan musim panas dengan peningkatan kecil setelah tahun ajaran baru dimulai.
Jumlah kasus diperkirakan akan terus meningkat selama periode dari awal tahun ajaran (30 Agustus) hingga Festival Pertengahan Musim Gugur (17 September), dengan kemungkinan mencapai puncak setelah liburan dengan potensi penurunan, kata Lo.
Jumlah pasien diare juga meningkat selama empat pekan berturut-turut, kata Kuo, menambahkan total 125.895 kunjungan rawat jalan dan darurat pekan lalu, menandai peningkatan 3,27 persen dibandingkan 121.905 kunjungan dari pekan sebelumnya.
Lo mengatakan jumlah kasus diare biasanya mencapai puncak setelah Festival Pertengahan Musim Gugur karena banyak masyarakat berkumpul untuk barbeku, "Biasanya [diare] disebabkan oleh konsumsi makanan yang kurang matang atau makanan laut yang terkontaminasi."
Sementara itu, CDC juga mengumumkan bahwa enam kasus baru lokal melioidosis dilaporkan pekan lalu, bersama dengan satu kasus baru lokal Mpox.
Kasus Mpox tersebut terinfeksi strain virus klade IIb, berbeda dari klade Ib yang umum di Afrika, sehingga Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan wabah di Afrika sebagai keadaan darurat kesehatan masyarakat internasional, menurut CDC.
Selesai/JC