TNI-AL sebut kapal yang dirujuk Tiongkok dalam latihan militer bersama "passing exercise"

12/08/2026 17:23(Diperbaharui 12/08/2026 17:27)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

KRI I Gusti Ngurah Rai-332. (Sumber Foto : Situs web TNI-AL)
KRI I Gusti Ngurah Rai-332. (Sumber Foto : Situs web TNI-AL)

Taipei, 12 Agu. (CNA) Kapal Tentara Nasional Indonesia-Angkatan Laut (TNI-AL) yang dirujuk dalam klaim latihan bersama oleh Tiongkok di perairan sebelah timur Taiwan tidak akan melakukan latihan tempur, melainkan passing exercise (passex) sebagai tradisi saat melintas, menurut Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul dalam pernyataan yang diterima CNA, Rabu (12/8).

"Selama perjalanan Lintas Laut, KRI I Gusti Ngurah Rai (GNR)-332 dari Vladivostok, Rusia sampai kembali ke tanah air akan melaksanakan latihan Passing Exercise dengan negara-negara yang akan dilewati," kata Tunggul, dalam pernyataan yang diterima usai CNA meminta konfirmasi TNI-AL terkait klaim Tiongkok.

Dikutip dari Puspen TNI, passex adalah latihan bersama singkat yang diadakan angkatan laut suatu negara saat kapal perang negara sahabat melintas atau singgah di perairan yurisdiksi mereka.

Kendati demikian, Tunggul menegaskan kalau latihan ini bukan simulasi perang penuh, melainkan bentuk diplomasi Angkatan Laut.

"Passing exercise yang dilaksanakan bukan bersifat war fighting, tetapi sebagai tradisi navy secara universal apabila melintas wilayah perairan suatu negara. Passex juga merupakan goodwill engagement yang umum dilakukan Angkatan Laut di dunia sebagai wujud naval brotherhood serta diplomasi maritim yang melekat pada kapal perang," kata dia.

Dalam pernyataan tersebut, Tunggul juga menyebut bahwa Indonesia memiliki politik luar negeri Bebas Aktif yang memberikan peluang kerja sama menguntungkan dengan negara mana pun.

"Termasuk giat passex dengan sejumlah negara," kata dia.

Sebelumnya, dalam rapat komisi Yuan Legislatif hari Rabu, Legislator Partai Progresif Demokratik (DPP) yang berkuasa di Taiwan, Wang Ting-yu (王定宇) juga mengajukan pertanyaan tentang latihan ini, dengan mencatat bahwa wilayah yang dirujuk Tiongkok luas.

"Tidak mengejutkan kami bahwa Tiongkok melakukan latihan di wilayah perairan tersebut," kata Wang. "Namun, karena mereka melibatkan Indonesia, hal itu layak menjadi perhatian kita."

Asisten Wakil Kepala Staf Umum Bidang Intelijen, Wu Tien-jen (吳天任) menjawab bahwa kapal Indonesia yang dirujuk Tiongkok sedang turun dari utara dan, dalam perjalanannya, melakukan latihan tidak hanya dengan Tentara Pembebasan Rakyat.

Posisinya berada di sebelah timur Taiwan, lebih dari 70–80 mil laut dari wilayah pesisir, kata Wu, yang mengonfirmasi bahwa lokasi tepatnya termasuk di Pasifik Barat.

Wang mengatakan bahwa lokasinya "cukup jauh," dan "Tiongkok memang suka menciptakan intimidasi psikologis dengan menyebutnya sebagai perairan lepas pantai timur Taiwan. Padahal, ini berada di wilayah Pasifik Barat."

"Kalau [kapal Indonesia] memang sengaja pergi ke sana, kita memerhatikannya, karena ini berkaitan dengan sebenarnya seperti apa peran Indonesia ke depannya," tambah Wang.

Wu juga mengafirmasi perkataan Wang bahwa kontak antarkapal ini hanya diumumkan secara sepihak oleh Tiongkok dan bahwa cara Beijing mengumumkannya seolah-olah keduanya memang sengaja datang ke sana untuk melakukan latihan militer.

"Dari sisi militer, tidak ada dampak langsung pada Taiwan," kata Wu. "Dampak yang ditimbulkan oleh narasi tersebut mungkin dapat menimbulkan beberapa dampak geopolitik."

Baca juga: MAC kecam Tiongkok atas rencana latihan AL bersama Indonesia di timur Taiwan

Sebelumnya, dalam pernyataan terpisah, Dewan Urusan Tiongkok Daratan (MAC) dan Kementerian Luar Negeri (MOFA) Taiwan telah melontarkan kecaman keras kepada Tiongkok, dan mengatakan Taiwan akan menjaga kedaulatannya serta perdamaian dan stabilitas di kawasan.

Baca juga: Kemlu Taiwan kecam Tiongkok atas rencana latihan AL bersama Indonesia di timur Taiwan

Kementerian Pertahanan Tiongkok pada Selasa pukul 17.08 mengumumkan bahwa sebuah kapal Angkatan Laut Tiongkok dan sebuah fregat Angkatan Laut Indonesia akan menggelar "latihan pelayaran" di perairan sebelah timur Taiwan pada pertengahan Agustus.

Latihan tersebut akan berfokus pada serangkaian kegiatan pelatihan, seperti latihan komunikasi dan pengisian kembali perbekalan di laut, kata kementerian tersebut.

Kementerian mengatakan latihan itu bertujuan meningkatkan kemampuan kedua angkatan laut dalam melaksanakan operasi bersama, memperdalam kerja sama praktis, serta "bersama-sama menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan."

Pengumuman Tiongkok tidak menyebutkan lokasi maupun durasi latihan secara spesifik, atau seberapa jauh kapal-kapal yang berpartisipasi akan beroperasi dari Taiwan.

Tiongkok mengeluarkan pengumuman ini saat Taiwan sedang menggelar latihan tembak langsung Han Kuang, latihan perang tahunan utamanya sejak 1984, yang bertujuan untuk menguji kesiapan tempur dalam menghadapi kemungkinan invasi Tiongkok.

Selama Han Kuang, yang latihan tembak langsungnya tahun ini dimulai pada 5 Agustus dan dijadwalkan berlangsung sepuluh hari sembilan malam, militer Taiwan memobilisasi pasukan di setiap matra dan alutsistanya di seantero negeri untuk melakukan berbagai simulasi.

Republik Tiongkok (Taiwan) dan Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik resmi, tetapi kedua negara memiliki kantor perwakilan di ibu kota masing-masing serta hubungan ekonomi dan ketenagakerjaan yang luas.

Nilai perdagangan bilateral mencapai US$11,27 miliar (Rp201,5 triliun) pada 2025, sementara lebih dari 335.000 pekerja migran Indonesia berada di Taiwan per akhir Juni tahun ini, menurut statistik pemerintah Taiwan.

(Oleh Muhammad Irfan dan Jason Cahyadi)

Selesai/ja

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.