Manila, 9 Jun. (CNA) Taiwan siap memberikan bantuan yang diperlukan kepada Filipina, yang pada hari Senin dilanda gempa berkekuatan 7,8 SR yang menyebabkan banyak korban jiwa dan kerusakan besar, menurut kantor perwakilan Taiwan di negara Asia Tenggara tersebut, yang mengutip pernyataan Presiden Lai Ching-te (賴清德).
"Pikiran kami bersama rakyat Filipina setelah gempa dahsyat hari ini," kata Lai dalam sebuah pesan di halaman X miliknya hari Senin, yang kemudian diunggah ulang oleh Kantor Ekonomi dan Budaya Taipei di Filipina di halaman Facebook-nya hari Selasa.
"Sebagai tetangga dekat, Taiwan siap memberikan bantuan apa pun yang dibutuhkan dan kami berdoa untuk pemulihan dan upaya pembangunan kembali yang cepat," tambah Lai.
Gempa mematikan tersebut mengguncang Mindanao, Filipina selatan, dengan pusat gempa terletak di lepas pantai Maasim, Sarangani pada kedalaman sekitar 33 kilometer, menyebabkan sedikitnya 36 orang tewas dan 167 lainnya terluka serta empat orang hilang, menurut Pusat Pengurangan dan Manajemen Risiko Bencana Nasional (NDRRMC) negara tersebut.
Kantor tersebut juga mengunggah ulang pesan dari Kementerian Luar Negeri Taiwan (MOFA) yang menyatakan bahwa Taipei "menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada rakyat Filipina setelah gempa dahsyat di Mindanao."
"Pikiran kami bersama keluarga mereka yang kehilangan orang tercinta, para korban luka, dan semua komunitas yang terdampak. Kami berharap Filipina segera pulih," tambah MOFA.
Kantor Taiwan mengatakan saat ini sedang berdiskusi dengan lembaga pemerintah terkait di Filipina mengenai donasi bantuan untuk membantu mereka yang terdampak gempa.
Menurut laporan yang dirilis oleh NDRRMC, hingga Selasa pagi, telah terjadi sekitar 840 gempa susulan, 19 di antaranya dirasakan, dengan yang terbesar mencapai magnitudo 6,7.
Laporan tersebut menyebutkan total 19.529 rumah tangga dengan sekitar 88.000 penduduk telah terdampak gempa, dan lebih dari 19.600 di antaranya telah ditempatkan di tempat penampungan.
Segera setelah gempa 7,8 pada Senin pagi, Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina mengeluarkan peringatan tsunami. Gelombang tsunami setinggi 1,48 meter dilaporkan terjadi di kota Kiamba sebelum peringatan tersebut dibatalkan pada sore harinya.
Gempa tersebut menyebabkan tanah longsor dan merusak infrastruktur dengan kerugian diperkirakan mencapai 15 juta peso Filipina (Rp4,39 miliar), menurut statistik.