Komite Parlemen Taiwan kecam Tiongkok usai pembatalan kunjungan Presiden Lai ke Eswatini

22/04/2026 17:56(Diperbaharui 22/04/2026 17:56)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

(Sumber Foto : CNA)
(Sumber Foto : CNA)

Taipei, 22 Apr. (CNA) Sebuah komite di Yuan Legislatif (Parlemen) telah mengesahkan sebuah resolusi yang mengecam Beijing karena diduga memaksa tiga negara Afrika untuk mencabut izin terbang lintas udara bagi rencana perjalanan Presiden Lai Ching-te (賴清德) ke Eswatini, yang membuatnya terpaksa dibatalkan.

Lai dijadwalkan berangkat pada Rabu (22/4) ke Eswatini, satu-satunya sekutu Taiwan di Afrika, tetapi perjalanan tersebut dibatalkan pada Selasa setelah Seychelles, Mauritius, dan Madagaskar mencabut otorisasi penerbangan untuk pesawat carteran Lai akibat tekanan dari Tiongkok, menurut Taipei.

Dalam rapat Komite Urusan Luar Negeri dan Pertahanan Nasional Parlemen, legislator Partai Progresif Demokratik (DPP) yang berkuasa mengajukan mosi yang mengecam "pemaksaan" Beijing terhadap negara-negara ketiga untuk mencabut izin terbang lintas udara bagi kepala negara Taiwan.

Usulan tersebut mendapat dukungan lintas partai dan disahkan tanpa keberatan.

Legislator DPP Puma Shen (沈伯洋) mengatakan Tiongkok menggunakan pengaruh ekonomi untuk memaksa negara lain mencabut izin terbang, yang ia gambarkan sebagai campur tangan langsung dalam urusan kedaulatan nasional.

Tindakan Beijing melanggar prinsip kesetaraan kedaulatan dan nonintervensi berdasarkan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan menentang norma sipil internasional berdasarkan Konvensi Penerbangan Sipil Internasional, ujar Shen.

Legislator oposisi Kuomintang (KMT) Hsu Chiao-hsin (徐巧芯) mengatakan ia tidak keberatan dengan substansi mosi tersebut dan mendukung hak presiden untuk mengunjungi sekutu diplomatik, tetapi ia mengemukakan kekhawatiran prosedural.

Hsu mengatakan rapat tersebut diadakan untuk meninjau anggaran tahunan Dewan Urusan Veteran dan pejabat dari Kementerian Luar Negeri tidak hadir untuk memberikan masukan terkait redaksi mosi, seperti biasanya.

Legislator DPP Lin Chu-yin (林楚茵) menanggapi bahwa usulan tersebut hanya menyatakan posisi, bukan mengeluarkan arahan administratif, dan dimaksudkan untuk mengekspresikan sikap anggota Parlemen terhadap apa yang ia sebut sebagai "perundungan" Tiongkok.

Wang Ting-yu (王定宇), juga dari DPP, mengatakan partai-partai politik Taiwan seharusnya menunjukkan persatuan menghadapi tekanan dari Tiongkok, dan ia menuduh Beijing terus-menerus menghalangi upaya diplomatik Taiwan.

(Oleh Wu Shu-wei, Evelyn Kao, dan Muhammad Irfan)

>Versi Bahasa Inggris

Selesai/JC

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.