Ketua Parlemen Taiwan desak Kabinet perkuat dukungan ke bayi tak berdokumen

22/04/2026 13:11(Diperbaharui 22/04/2026 13:11)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Ketua Yuan Legislatif, Han Kuo-yu. (Sumber Foto : Dokumentasi CNA)
Ketua Yuan Legislatif, Han Kuo-yu. (Sumber Foto : Dokumentasi CNA)

Taipei, 22 Apr. (CNA) Ketua Yuan Legislatif (Parlemen) Han Kuo-yu (韓國瑜) telah meminta Yuan Eksekutif (Kabinet) memperkuat dukungan ke bayi tak berdokumen -- yang banyak di antaranya lahir dari pekerja migran -- dengan membentuk satuan tugas, mengintegrasikan sumber daya, dan memastikan perlindungan mereka.

Dalam sebuah unggahan Facebook pada Minggu (19/4), Han mengatakan ia dan kandidat Anggota Dewan Kota Taipei dari Kuomintang, Hsu Yuan-jung (許原榮) dua hari sebelumnya mengunjungi Harmony Home Foundation, Taiwan untuk melihat kondisi terkini perawatan bayi tanpa identitas.

Setelah anak-anak ini lahir dengan "sebagian besarnya" dari orang tua pekerja migran, catat Han, "Karena berbagai alasan, mereka tidak memiliki pencatatan kependudukan, tidak memiliki identitas, bahkan sulit mengakses layanan dasar seperti kesehatan dan pendidikan."

"Hidup mereka baru saja dimulai, tetapi sudah jauh lebih berat dibandingkan anak-anak lainnya," tulis Han.

Selama bertahun-tahun, Harmony Home berada di garis depan, menjadi penopang bagi anak-anak ini, kata Han. Mulai dari perawatan kehidupan sehari-hari, bantuan medis, hingga upaya penempatan dan pengurusan status identitas, "Semuanya ditangani dengan beban yang sangat besar," tambahnya.

Saat datang dan "melihat senyum polos anak-anak tersebut", kata Han, "Hati terasa sangat terenyuh. Yang mereka butuhkan sebenarnya hanyalah sebuah kesempatan untuk diterima oleh masyarakat Taiwan."

Han mengatakan dirinya telah segera meminta rekan-rekan di Dian Liang Foundation yang diketuainya untuk memesan 100 kaleng susu formula, sebagai bentuk kepedulian kecil untuk membantu kebutuhan hidup jangka panjang anak-anak ini.

Namun, seiring dengan meningkatnya jumlah kasus setiap tahun, diperkirakan akan ada ratusan bayi tanpa identitas baru setiap tahunnya, sementara sistem yang ada saat ini sudah sulit untuk mengatasinya, menurut Han.

Han mengatakan bahwa ini bukan lagi masalah yang bisa ditanggung oleh satu lembaga saja, melainkan tanggung jawab negara yang "tidak bisa terus diabaikan".

"Jika bahkan anak-anak yang paling tidak berdaya pun tidak bisa kita lindungi, maka semua pembicaraan tentang kemajuan hanyalah omong kosong," kata Han.

"Kita sering mengatakan bahwa anak-anak adalah masa depan negara. Namun, jika bahkan hak untuk 'terlihat' saja tidak mereka miliki, bagaimana mungkin kita berbicara tentang masa depan?" tanyanya.

Han mencatat bahwa makna keberadaan pemerintah bukan hanya untuk mengelola, tetapi juga untuk melindungi, termasuk "mereka yang paling lemah dan paling tidak memiliki suara".

Oleh karena itu, kata Han, ia secara resmi menyerukan kepada Kabinet untuk segera membentuk satuan tugas lintas kementerian, mengintegrasikan sumber daya terkait, serta membantu anak-anak tak berdokumen memperoleh identitas dasar dan perlindungan "yang seharusnya mereka dapatkan".

Selain itu, Han meminta Kabinet membuat kekuatan masyarakat sipil di garis depan dapat memperoleh dukungan yang lebih stabil.

"Suhu kemanusiaan sebuah masyarakat tercermin dari bagaimana ia memperlakukan anak-anak yang paling rentan. Anak-anak ini tidak seharusnya ditinggalkan. Setiap kehidupan layak untuk dilihat dan dilindungi," kata Han.

"Karena ukuran sebuah negara bukan terletak pada seberapa kuat ia, melainkan apakah ia mampu membungkuk dan mengangkat mereka yang paling kecil. Kita berharap setiap anak yang lahir di tanah ini dapat dilindungi sistem dan dipeluk masyarakat," pungkasnya.

Sementara itu, Harmony Home dalam unggahan Facebook mengucapkan terima kasih kepada Han atas kunjungannya serta "dukungan dan bantuan yang diberikan dengan segera".

Yayasan tersebut mengatakan mereka selama puluhan tahun terus mengupayakan gerakan kepedulian, mulai dari merawat penyintas HIV, memberikan dukungan kepada warga asing yang mengalami kesulitan, hingga memperjuangkan hak anak-anak tanpa memandang kewarganegaraan.

"Kami selalu berupaya tanpa kenal lelah. Terima kasih atas perhatian, penerimaan, dan bahkan dukungan dari berbagai pihak," kata yayasan tersebut, menambahkan bahwa mereka akan terus berpegang pada niat awal dan melanjutkan upaya ini, dengan harapan sistem dan kebijakan akan menjadi lebih sempurna dan Taiwan akan menjadi semakin baik.

(Oleh Jason Cahyadi)

Selesai/IF

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.