Militer turunkan pangkat perwira usai hina wajib militer keturunan Jepang-Taiwan

22/04/2026 09:03(Diperbaharui 22/04/2026 09:03)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

(Sumber Foto : Dokumentasi CNA)
(Sumber Foto : Dokumentasi CNA)

Taipei, 22 Apr. (CNA) Angkatan Darat Taiwan menurunkan pangkat seorang komandan kompi pada Senin (20/4) malam setelah ia dituduh menggunakan kata-kata rasis terhadap seorang wajib militer keturunan Jepang-Taiwan yang bertugas di bawah komandonya.

Komando Korps Angkatan Darat ke-6 mengatakan bahwa komandan tersebut, yang berpangkat kapten, dicopot dari jabatannya di Brigade Infanteri ke-153 yang berbasis di Kabupaten Yilan dengan segera.

Komando tersebut mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa tindakan pendisiplinan lebih lanjut dapat diambil menunggu hasil penyelidikan internal yang sedang berlangsung dan bahwa kasus ini juga akan dirujuk ke kejaksaan untuk penyelidikan atas kemungkinan penghinaan di muka umum.

Semua wajib militer harus diperlakukan secara setara, tanpa diskriminasi berdasarkan etnis atau kebangsaan, kata komando tersebut, seraya menambahkan bahwa brigade telah mengirim pejabat senior untuk meminta maaf kepada wajib militer tersebut dan keluarganya.

Pernyataan ini dikeluarkan setelah peserta wajib militer tersebut mengunggah keluhan di media sosial pada Senin, menuduh komandan kompinya berulang kali memanggilnya dengan hinaan etnis dalam bahasa Mandarin, mirip dengan "j-p".

Peserta wajib militer itu juga mengatakan ia telah beberapa kali meminta sang komandan untuk berhenti menggunakan hinaan tersebut, tetapi komandan tetap mengabaikan keluhannya dan menghina ibunya serta rekan-rekannya.

(Oleh Joseph Yeh dan Muhammad Irfan)

>Versi Bahasa Inggris

Selesai/JC

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.