Taipei, 20 Apr. (CNA) Taiwan memainkan "peran sentral" dalam transisi Google menuju komputasi berbasis AI, serta dalam pergeseran industri yang lebih luas, kata Rick Osterloh, wakil presiden senior Devices & Services di Google, dalam sebuah wawancara baru-baru ini dengan CNA.
Osterloh memuji tim Google di Taiwan atas "kemampuan R&D yang luar biasa" dan menyoroti mitra-mitra utama seperti MediaTek dan Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. (TSMC).
"Tim kami di kawasan ini sangat penting untuk apa yang kami lakukan dengan strategi inovasi global kami, dan menjadi pusat dalam pergeseran lanskap komputasi AI," katanya di pusat rekayasa perangkat keras Google di New Taipei, pusat R&D perangkat keras terbesar perusahaan di luar Amerika Serikat.
Elmer Peng (彭昱鈞), wakil presiden perangkat keras Google, juga memuji ekosistem kuat Taiwan, dengan menyebutkan kumpulan talenta yang mendalam dalam desain silikon, perangkat, dan pengembangan Android, serta pusat data perusahaan di Changhua.
Ia menggambarkan ekosistem tersebut sangat selaras dengan strategi "full-stack" Google, yang berfokus pada penyediaan kelompok solusi komprehensif yang mencakup setiap lapisan dari tumpukan teknologi.
Osterloh mengatakan pendekatan full-stack perusahaan terhadap AI mencakup aplikasi, model AI, dan teknologi dasar, termasuk pusat data dan cip.
Pada saat yang sama, katanya, dengan menyatukan ekosistemnya di sekitar keluarga Gemini, Google memungkinkan teknologi inti yang sama digunakan di seluruh layanan perusahaan di Google Cloud, sistem otomotif di Android Auto, dan perangkat konsumen seperti ponsel pintar Android.
Bagi pengguna, integrasi ini memungkinkan konteks dan memori yang dibagikan di berbagai platform, tambahnya, seraya mengatakan bahwa Google adalah "satu-satunya penyedia AI full-stack sejati yang dapat mendukung perusahaan dan konsumen."
Osterloh juga memperkenalkan kemampuan baru yang disebut "Personal Intelligence" yang diluncurkan di Taiwan pada 15 April. Fitur ini memanfaatkan riwayat interaksi pengguna di berbagai layanan seperti Gmail dan Google Photos untuk memberikan respons dan tindakan yang lebih personal.
Ke depan, katanya, generasi pertama perangkat "AI-native" perlu meningkatkan fungsi yang sudah ada, seperti panggilan, fotografi, dan penelusuran web, sambil menggabungkan kemampuan baru yang didorong oleh AI.
Ia menyoroti perkembangan terbaru seperti "Gemini Task Automation," yang memungkinkan "agentic workflows" seperti secara otomatis menyelesaikan tugas seperti memesan kendaraan, serta integrasi Gemini ke dalam peramban Chrome untuk membantu pengguna secara real time.
Namun, ia memperingatkan bahwa menciptakan perangkat yang sepenuhnya AI-native akan membutuhkan pemikiran ulang baik pada antarmuka pengguna maupun teknologi dasarnya untuk beralih dari model komputasi yang digerakkan aplikasi ke model yang digerakkan AI.
Selesai/IF