Taipei, 17 April (CNA) Taiwan berencana membangun hingga sembilan stasiun radar baru dan meningkatkan integrasi data antara 57 stasiun radar yang sudah ada pada tahun 2028 untuk meningkatkan kapasitas penyelamatan maritim dan pemantauan lingkungan, kata seorang pejabat yang mengawasi penelitian maritim negara tersebut pada hari Kamis (16/4).
Di bawah inisiatif yang dimulai pada tahun 2025 ini, pemerintah akan berupaya mengatasi masalah kompatibilitas format dan berbagi informasi yang dirasakan, kata Chen Chung-ling (陳璋玲), presiden National Academy of Maritime Research, dalam konferensi pers mingguan Kabinet.
Proyek ini juga bertujuan membangun delapan hingga sembilan stasiun radar baru di titik-titik buta tradisional, termasuk wilayah maritim dekat Pulau Pengjia, Selat Luzon, dan Gosong Taiwan -- sebuah bank laut yang terletak di sebelah timur Provinsi Guangdong, Tiongkok dan barat daya Kepulauan Penghu, kata Chen.
Setelah selesai, proyek ini akan memperluas total area arus permukaan yang dipantau Taiwan dari 155.000 kilometer persegi menjadi 210.000 kilometer persegi serta meningkatkan resolusi dan kepadatan sinyal balik, ujarnya.
Jaringan ini akan membantu lembaga-lembaga dalam memastikan keselamatan navigasi dengan menggunakan kecerdasan buatan untuk memproyeksikan pergerakan arus dalam misi penyelamatan maritim dan penanggulangan tumpahan minyak.
Jaringan ini juga diharapkan dapat memperkuat deteksi arus balik berbahaya, sebuah fitur yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang melakukan aktivitas air melalui aplikasi bilingual Mandarin-Inggris "Go Ocean" milik akademi, kata Chen.
Pendanaan untuk inisiatif ini, yang totalnya lebih dari NT$400 juta (Rp217.15 miliar), telah disetujui oleh Legislatif, tambahnya.
Selesai/IF