Taipei, 29 Mei (CNA) Yuan Legislatif (Parlemen) Taiwan hari Jumat (29/5) menyetujui anggaran pengadaan pertahanan khusus tahun 2026 sebesar lebih dari NT$8,81 miliar (Rp5,02 triliun) untuk mendanai pembelian lima sistem senjata dari Amerika Serikat.
RUU anggaran tersebut lolos pembacaan ketiga tanpa penolakan.
Para legislator memangkas biaya operasional sebesar NT$2 juta dari usulan awal Yuan Eksekutif (Kabinet), sehingga menyetujui anggaran sebesar NT$8,811 miliar. Berdasarkan undang-undang pengadaan senjata khusus yang disahkan oleh Parlemen awal bulan ini, seluruh jumlah tersebut akan dibiayai melalui pinjaman pemerintah.
Menurut anggaran yang telah disetujui, NT$3,9 miliar akan dialokasikan untuk howitzer swagerak M109A7, NT$2,8 miliar untuk Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi (HIMARS), dan NT$1,8 miliar untuk drone anti-armor.
Dua sistem senjata lainnya adalah rudal anti-tank Javelin dan rudal anti-tank TOW 2B, yang masing-masing dialokasikan NT$160 juta dan NT$1,4 juta.
Pengesahan anggaran ini terjadi dua hari sebelum batas waktu pembayaran hari Minggu untuk sistem HIMARS yang termasuk dalam paket tersebut.
Anggaran ini merupakan cicilan tahunan pertama dalam kerangka pengadaan senjata yang lebih luas yang telah disetujui oleh para legislator pada 8 Mei.
Undang-undang tersebut mengizinkan pengeluaran hingga NT$780 miliar antara tahun 2026 dan 2033 untuk pembelian senjata dari Amerika Serikat, termasuk NT$300 miliar untuk senjata yang telah disetujui oleh Washington dan NT$480 miliar untuk paket masa depan yang belum diumumkan secara resmi.
Berdasarkan undang-undang, pendanaan untuk kedua paket senjata tersebut akan dialokasikan melalui anggaran tahunan setelah Taiwan menerima surat penawaran dan penerimaan (LOA) dari Amerika Serikat untuk sistem senjata tertentu.
Kabinet menyetujui anggaran pengadaan pertama pada 20 Mei, dengan mengusulkan pengeluaran sekitar NT$295 miliar untuk pembelian batch pertama senjata AS, di mana alokasi tahun ini berfungsi sebagai cicilan awal.