Taipei, 27 Mei (CNA) Presiden Lai Ching-te (賴清德) hari Rabu (27/5) mengusulkan serangkaian langkah yang bertujuan membalikkan penurunan angka kelahiran di Taiwan, termasuk perpanjangan cuti melahirkan dan cuti ayah serta subsidi bulanan sebesar NT$5.000 (Rp2,8 juta) untuk anak-anak berusia 17 tahun ke bawah.
Statistik yang dirilis oleh Kementerian Dalam Negeri menunjukkan bahwa angka kelahiran di Taiwan turun menjadi 0,69 tahun lalu, salah satu yang terendah di dunia.
Inti dari usulan tersebut adalah subsidi bulanan sebesar NT$5.000 sebagai "subsidi pertumbuhan" untuk setiap anak berusia 17 tahun ke bawah.
Lai mengatakan dalam konferensi pers di Kantor Kepresidenan bahwa subsidi NT$5.000 akan dibayarkan secara tunai kepada keluarga dengan anak-anak berusia 5 tahun ke bawah.
Untuk anak-anak berusia 6 hingga 17 tahun, setengah dari subsidi bulanan akan disimpan ke dalam rekening tabungan untuk setiap anak, kata Lai.
Dana dalam rekening ini akan dikelola oleh lembaga keuangan profesional yang ditunjuk oleh pemerintah dan dijamin akan memperoleh setidaknya tingkat bunga deposito berjangka tetap dua tahun, ujar Lai.
"Setelah berusia 18 tahun, pemilik rekening akan dapat menarik dana tersebut sebagai hadiah kedewasaan dari negara," katanya.
Sekretaris Jenderal Kabinet Xavier Chang (張惇涵) mengatakan setiap rekening akan memiliki setidaknya NT$360.000 pada akhir program subsidi, yang dapat digunakan penerima untuk membayar biaya kuliah universitas atau memulai usaha pertama mereka.
Menurut Lai, subsidi ini akan diberikan di atas "subsidi pengasuhan anak" bulanan yang sudah ada di Taiwan, yaitu NT$5.000 untuk anak pertama, NT$6.000 untuk anak kedua, dan NT$7.000 untuk anak ketiga dan seterusnya untuk usia 0 hingga 4 tahun.
Sorotan lainnya adalah usulan untuk meningkatkan subsidi reproduksi berbantu.
Menurut usulan tersebut, setiap penerima di bawah usia 40 tahun akan menerima NT$150.000 untuk tiga perawatan IVF pertamanya, dan NT$60.000 untuk percobaan keempat hingga keenam. Mereka yang berusia antara 40 hingga 44 tahun akan menerima hingga tiga subsidi masing-masing sebesar NT$130.000.
Berdasarkan aturan subsidi yang ada, setiap penerima IVF di bawah usia 39 tahun dapat menerima hingga enam subsidi, dengan yang pertama sebesar NT$150.000, dua berikutnya sebesar NT$100.000, dan tiga sisanya sebesar NT$60.000.
Penerima berusia antara 39 hingga 44 tahun akan menerima NT$130.000 untuk perawatan IVF pertama mereka, dan dua subsidi NT$80.000 untuk setiap perawatan berikutnya.
Lai mengatakan langkah-langkah ini akan menelan biaya sekitar NT$380 miliar per tahun, yang kira-kira setara dengan 1 persen dari PDB Taiwan -- besaran pengeluaran yang sama seperti yang digunakan Korea Selatan untuk meningkatkan angka kelahirannya.
Rencana pengeluaran ini pada akhirnya harus mendapatkan persetujuan dari Yuan Legislatif Taiwan yang dikuasai oposisi.
Lai juga menguraikan serangkaian usulan kebijakan tempat kerja yang "ramah orang tua", termasuk memperpanjang cuti melahirkan dari delapan menjadi 12 minggu dan cuti ayah dari tujuh menjadi 14 hari.
Yang patut dicatat, orang tua yang masing-masing telah mengambil cuti orang tua selama maksimum enam bulan sesuai undang-undang akan diberikan tambahan tiga bulan lagi.
Perdana Menteri Cho Jung-tai (卓榮泰) menjelaskan bahwa langkah ini dirancang untuk mendorong kedua orang tua mengambil cuti orang tua sehingga beban merawat bayi tidak sepenuhnya jatuh pada ibu.