MAC: Lebih dari 85% di Taiwan dukung perdamaian lintas selat sebagai prioritas utama

29/05/2026 13:51(Diperbaharui 29/05/2026 13:51)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

(Sumber Foto : Dokumentasi CNA)
(Sumber Foto : Dokumentasi CNA)

Taipei, 29 Mei (CNA) Lebih dari 85 persen warga Taiwan mendukung pemeliharaan perdamaian dan stabilitas lintas selat sebagai prioritas utama Taiwan, menurut survei yang dirilis Kamis (28/5) oleh Dewan Urusan Daratan Taiwan (MAC), setelah pertemuan 14-15 Mei antara para pemimpin Tiongkok dan Amerika Serikat.

Survei tersebut dilakukan setelah Presiden AS Donald Trump bertemu dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping (習近平) selama kunjungan kenegaraan Trump ke Tiongkok, kata Wakil Kepala dan Juru Bicara MAC Liang Wen-chieh (梁文傑) dalam jumpa pers rutin di Taipei.

Kantor Berita Xinhua yang dikelola negara Tiongkok melaporkan pada 14 Mei bahwa Xi mengatakan kepada Trump selama pertemuan mereka di Beijing bahwa kemerdekaan Taiwan dan perdamaian di Selat Taiwan adalah "seperti api dan air yang tidak dapat didamaikan."

Dalam wawancara dengan Fox News yang ditayangkan pada 15 Mei setelah direkam di akhir perjalanan Trump, presiden AS tersebut mengatakan ia "tidak ingin ada pihak yang memisahkan diri."

Meskipun survei MAC tidak secara khusus menanyakan pandangan responden tentang Taiwan mendeklarasikan kemerdekaan, 85,6 persen dari 1.073 responden mendukung pernyataan bahwa "hal terpenting bagi Taiwan saat ini adalah menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan."

Gambar hanya untuk tujuan ilustrasi. (Sumber Gambar : Shutterstock). 
Gambar hanya untuk tujuan ilustrasi. (Sumber Gambar : Shutterstock). 

Sementara itu, 8,1 persen tidak mendukung pernyataan tersebut, sedangkan 6,3 persen sisanya mengatakan mereka tidak tahu atau tidak memiliki pendapat, menurut hasil survei.

Responden juga ditanya tentang peristiwa terkini, termasuk pembatalan kunjungan Presiden Lai Ching-te (賴清德) pada akhir April ke Eswatini -- satu-satunya sekutu diplomatik Taiwan di Afrika -- setelah Taipei mengatakan pengaturan penerbangannya telah dihalangi oleh Beijing.

Hasil survei menunjukkan bahwa 82,2 persen responden tidak menyetujui tindakan Beijing, sementara 9,4 persen menyetujui dan 8,4 persen mengatakan mereka tidak tahu atau tidak memiliki pendapat.

Survei yang ditugaskan oleh MAC ini dilakukan oleh perusahaan polling Ipsos pada 22-23 Mei dan 25-26 Mei melalui wawancara telepon dengan orang dewasa berusia 20 tahun ke atas di Taiwan.

Menurut MAC, 1.073 sampel valid berhasil dikumpulkan, dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error plus atau minus 2,99 poin persentase.

(Oleh Sunny Lai dan Miralux) 

>Versi Bahasa Inggris
How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.