LINTAS SELAT /Tiongkok umumkan 10 langkah untuk dorong hubungan dengan Taiwan saat Ketua KMT berkunjung

12/04/2026 18:24(Diperbaharui 12/04/2026 18:24)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

(Sumber Foto : Dokumentasi CNA)
(Sumber Foto : Dokumentasi CNA)

Taipei, 12 Apr. (CNA) Otoritas Tiongkok hari Minggu (12/4) mengumumkan sepuluh langkah kebijakan terkait Taiwan, beberapa di antaranya tampak ditujukan untuk memberikan manfaat bagi sektor-sektor tertentu seperti pariwisata dan perikanan, pada hari terakhir kunjungan Ketua Kuomintang Cheng Li-wun (鄭麗文) ke Tiongkok.

Sepuluh kebijakan tersebut sebelumnya telah dilaporkan Xinhua News Agency, yang menyatakan bahwa Kantor Urusan Taiwan (TAO) Tiongkok telah diberi wewenang untuk mengumumkannya setelah pertemuan Cheng dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping (習近平) pada Jumat.

Ketua Kuomintang Cheng Li-wun dan Presiden Tiongkok Xi Jinping di Beijing, Tiongkok, Jumat. (Sumber Foto : Kuomintang)
Ketua Kuomintang Cheng Li-wun dan Presiden Tiongkok Xi Jinping di Beijing, Tiongkok, Jumat. (Sumber Foto : Kuomintang)

Kebijakan-kebijakan tersebut mencakup rencana untuk melanjutkan perjalanan individu oleh penduduk Shanghai dan Provinsi Fujian ke Taiwan, serta mendorong "normalisasi penuh" penerbangan penumpang langsung lintas selat untuk memfasilitasi perjalanan dan pertukaran antara masyarakat di kedua sisi Selat Taiwan.

Xinhua, kantor berita milik negara, mengatakan Tiongkok akan mendukung dimulainya kembali penerbangan antara Taiwan dan kota-kota di sana, seperti Urumqi, Xi'an, Harbin, Kunming, dan Lanzhou, serta penggunaan bersama Bandara Internasional Xiamen Xiang'an -- yang masih dibangun -- oleh Kabupaten Kinmen.

Kinmen adalah kabupaten terpencil yang dikuasai Taiwan, dengan beberapa pulaunya berjarak hanya 2 kilometer dari Xiamen. Matsu adalah kelompok pulau lain yang dikuasai Taiwan di lepas pantai Fujian.

Usulan lain dalam laporan tersebut mencakup hubungan infrastruktur yang lebih erat antara Fujian dan Kinmen serta Matsu; akses yang lebih mudah bagi produk pertanian, perikanan, dan makanan Taiwan ke pasar Tiongkok; serta studi tentang pembangunan dermaga dan tempat berlabuh di area tertentu untuk melayani kapal penangkap ikan jarak jauh Taiwan dan memfasilitasi pendaratan hasil tangkapan mereka.

Laporan itu juga menyebutkan otoritas Tiongkok akan mendukung usaha kecil dan menengah Taiwan di Tiongkok, serta memberikan akses yang lebih luas di platform Tiongkok untuk drama televisi, dokumenter, dan karya animasi Taiwan yang dianggap memiliki "orientasi yang benar" dan "konten yang sehat".

Dalam hal pertukaran antara Partai Komunis Tiongkok (PKT) dan KMT, laporan tersebut juga merinci rencana untuk membentuk "mekanisme komunikasi reguler" antara kedua partai, serta platform untuk pertukaran pemuda bilateral.

KMT, partai oposisi utama Taiwan, mengatakan dalam siaran pers bahwa sepuluh kebijakan tersebut akan membantu mempromosikan pertukaran dan kerja sama lintas selat, sejalan dengan harapan masyarakat Taiwan, dan menjadi dorongan penting bagi perkembangan damai hubungan lintas selat.

Mengutip Wakil Ketua KMT Chang Jung-kung (張榮恭), siaran pers menambahkan bahwa kebijakan-kebijakan itu dapat dilihat sebagai "hadiah" dari pihak Tiongkok kepada rakyat Taiwan melalui Cheng, yang mencerminkan niat baik dan ketulusan serta secara positif menanggapi upayanya untuk mempromosikan perdamaian dan pembangunan bersama lintas selat.

Pakar

Hung Yao-nan (洪耀南), wakil direktur Institut Studi Tiongkok di Tamkang University, mengatakan bahwa meskipun dikemas sebagai pemberian manfaat ekonomi, sepuluh langkah itu merupakan bagian dari strategi yang lebih luas untuk menghindari dialog formal lintas selat dan membangun saluran pengaruh alternatif.

Menurut Hung, strategi ini mencerminkan model "integrasi lunak" dan "penghindaran politik", yang dirancang untuk beroperasi di luar saluran resmi antarpemerintah setelah komunikasi resmi dihentikan.

Alih-alih merupakan konsesi yang terpisah-pisah, langkah-langkah tersebut merepresentasikan upaya sistematis untuk "menggunakan insentif ekonomi guna mendorong hasil politik dan keterlibatan lokal untuk mengepung otoritas pusat", menurutnya.

Hung menambahkan bahwa Beijing berupaya membentuk apa yang ia sebut sebagai "saluran kuasipemerintahan" melalui pertukaran yang berkelanjutan dengan KMT, yang berfungsi di luar kerangka konstitusional Taiwan yang ada.

Menurutnya, hal ini melampaui pertukaran lintas selat dan justru menciptakan struktur alternatif legitimasi politik -- di mana pihak yang mampu berinteraksi dengan Beijing dipandang lebih mampu untuk menjalankan pemerintahan.

Di bidang ekonomi, Hung mengatakan strategi itu menandai pergeseran dari interaksi berbasis pasar menuju integrasi struktural, dengan mencontohkan kebijakan mulai dari konektivitas infrastruktur di pulau-pulau terluar hingga perluasan akses pasar dan kerja sama industri.

Hung menekankan bahwa isu utamanya bukanlah besaran manfaat, melainkan restrukturisasi ketergantungan.

"Ini adalah desain ganda antara insentif dan pembatasan," ujarnya. "Di permukaan, hal ini menawarkan kemudahan dan keuntungan ekonomi, tetapi di baliknya, membangun batas-batas politik dan membentuk ulang jalur tata kelola."

Cheng melakukan kunjungan ke Tiongkok dari Selasa hingga Minggu atas undangan Komite Sentral PKT dan Xi, dalam kapasitasnya sebagai sekretaris jenderal partai.

(Oleh Sunny Lai, Liao Wen-chi, Lee Hsin-Yin, dan Jason Cahyadi)

>Versi Bahasa Inggris

Selesai/IF

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.