Taipei, 11 Apr. (CNA) Ketua Kuomintang (KMT) Cheng Li-wun (鄭麗文) hari Kamis (10/4) ditanya apakah ia sependapat dengan visi Presiden Tiongkok Xi Jinping (習近平) tentang "reunifikasi" Taiwan dan Tiongkok, setelah pertemuan mereka di Beijing di mana mereka berjanji untuk mendekatkan masyarakat di kedua sisi.
Baca juga: Xi-Cheng berjanji untuk bawa masyarakat di kedua sisi Selat Taiwan jadi 'lebih dekat'
Ditanya dalam konferensi pers di Beijing, Cheng tidak memberikan jawaban langsung, tetapi mengutip Xi yang mengatakan selama pertemuan mereka bahwa "sistem sosial dan keyakinan politik bisa berbeda, tetapi nenek moyang bersama dan garis keturunan bangsa ini tidak boleh terputus".
"Sistem sosial yang berbeda bukan alasan untuk melakukan pemisahan," kata Cheng mengutip Xi, seraya menambahkan bahwa ia percaya pernyataan sekretaris jenderal Partai Komunis Tiongkok (PKT) tersebut merupakan "ungkapan niat baik yang besar."
Meskipun banyak perbedaan antara Taiwan dan Tiongkok, "Pencapaian Taiwan dan pencapaian daratan semuanya adalah pencapaian bangsa Tionghoa," katanya.
Kedua sisi Selat Taiwan harus saling menghormati dan belajar satu sama lain untuk menciptakan lebih banyak peluang kerja sama, tambahnya.
Cheng mengatakan dalam acara pers tersebut bahwa ia juga menyampaikan perbedaan-perbedaan ini kepada Xi, yang kemudian menjawab bahwa perbedaan itu harus diatasi dengan "kesabaran" dan "ketekunan".
"Tiongkok Daratan menghormati sistem sosial dan cara hidup yang dipilih rekan-rekan Taiwan," kata Cheng mengutip Xi. "Namun, ia juga berharap Taiwan dapat mengakui perkembangan dan pencapaian Tiongkok Daratan."
Dalam pertemuannya dengan Xi, Cheng mengatakan ia mendorong pengembangan hubungan lintas selat secara damai, dimulainya kembali mekanisme negosiasi, dan manfaat bersama bagi kedua sisi.
Ia membahas partisipasi Taiwan yang lebih luas dalam organisasi internasional berdasarkan meningkatnya kepercayaan lintas selat, serta kelanjutan operasi platform komunikasi antara KMT dan PKT.
Cheng mengatakan ia menyampaikan harapan Taiwan untuk berpartisipasi dalam Majelis Kesehatan Dunia (WHA), majelis umum Organisasi Polisi Kriminalitas Internasional (Interpol), dan majelis Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO).
Ia juga mengatakan selama pertemuannya dengan Xi bahwa kedua pihak seharusnya mengeksplorasi keanggotaan Taiwan dalam Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP) dan Perjanjian Komprehensif dan Progresif untuk Kemitraan Trans-Pasifik (CPTPP).
Ketika ditanya bagaimana Xi menanggapi usulannya agar Taiwan diizinkan memperluas partisipasinya dalam organisasi internasional, Cheng mengatakan bahwa Xi "menyambutnya dan merespons dengan sangat positif".
Sejak kembalinya Partai Progresif Demokratik yang condong pada kemerdekaan berkuasa pada 2016, Beijing terus menghalangi Taiwan untuk berpartisipasi dalam organisasi internasional. Akibatnya, Taiwan menghadapi hambatan besar dalam upayanya untuk bergabung dengan CPTPP dan telah absen dari WHA sejak 2016 serta dari majelis ICAO sejak 2013.
Selesai/