Taipei, 26 Mei (CNA) Pemasangan Automatic Ground Collision Avoidance System (AGCAS) pada seluruh armada F-16V di Taiwan akan dimulai musim panas ini, dengan semua jet diperkirakan sepenuhnya dilengkapi sistem tersebut sebelum akhir tahun 2028, kata Angkatan Udara (AU) hari Senin (25/5).
Kepala Staf AU Letnan Jenderal Lee Ching-jan (李慶然) menyampaikan pernyataan tersebut dalam sebuah sesi legislatif di Taipei ketika ditanya oleh anggota parlemen mengenai perkembangan program AGCAS untuk F-16V milik negara.
Lee mengatakan pembaruan perangkat lunak untuk sistem tersebut dijadwalkan akan dimulai pada bulan Juli, diikuti dengan peningkatan perangkat keras yang akan dimulai bulan September.
Sistem ini diharapkan dapat beroperasi penuh pada tahun 2028, tambahnya.
Peningkatan AGCAS menjadi topik pembicaraan publik awal tahun ini setelah sebuah jet tempur F-16V yang diterbangkan oleh Kapten Hsin Po-yi (辛柏毅) hilang di lepas pantai timur Taiwan pada bulan Januari saat menjalani misi pelatihan.
Setelah pencarian selama berbulan-bulan, AU berhasil menemukan perekam data penerbangan (FDR) dari laut pada bulan Maret, meskipun jasad Hsin belum ditemukan. FDR tersebut kemudian dikirim ke produsennya di Amerika Serikat untuk proses dekode data.
AU kemudian mengatakan bahwa kegagalan komputer bisa saja menjadi penyebab jatuhnya F-16V tersebut.
Sejak Januari, anggota parlemen telah mendesak AU untuk mempercepat pemasangan sistem tersebut di seluruh armada F-16V, meskipun pihak militer mengatakan prosesnya akan memakan waktu.
AGCAS menggunakan data seperti kecepatan pesawat, arah, dan informasi medan untuk menilai risiko tabrakan dengan darat atau laut dan memperingatkan pilot. Jika pilot tidak merespons, sistem secara otomatis menyesuaikan ketinggian pesawat untuk mencegah kecelakaan.
Menanggapi perkembangan terbaru dalam pencarian Hsin, Lee mengatakan kepada anggota parlemen pada hari Senin bahwa produsen AS masih melakukan dekode data FDR.
Sementara itu, dalam sesi hari Senin, Kepala Staf Angkatan Darat Letnan Jenderal Chen Chien-yi (陳建義) mengatakan kepada anggota parlemen bahwa Angkatan Darat telah membentuk unit pesawat nirawak (drone) di Taiwan utara, tengah, dan selatan pada bulan April sebagai bagian dari upaya memperkuat kemampuan perang asimetris.
Pembentukan unit drone tersebut dilakukan setelah Angkatan Darat meresmikan Pusat Pelatihan Kendaraan Udara Tak Berawak pada Januari 2025. Pusat ini bertugas memberikan pelatihan dalam operasi dan pemeliharaan drone dasar, serta mengembangkan instruktur, taktik, dan kemampuan penelitian dan pengembangan untuk angkatan bersenjata.