Taiwan kembali gelar pameran agrowisata di Indonesia

26/05/2026 17:16(Diperbaharui 26/05/2026 17:18)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

(Sumber Foto : Dokumentasi CNA)
(Sumber Foto : Dokumentasi CNA)

Jakarta, 26 Mei (CNA) Taiwan kembali menggelar pameran agrowisata di Indonesia untuk kedua kalinya guna memperluas visibilitas internasional sektor wisata pertanian Taiwan di pasar Asia Tenggara, menurut Kementerian Pertanian (MOA).

Pameran bertajuk "Taiwan Leisure Farm Fair 2026" ini digelar Taiwan Leisure Farms Development Association bersama Direktorat Jenderal Pengembangan Desa serta Pelestarian Tanah dan Air (ARDSWC) di bawah MOA dari Jumat (22/5) hingga Minggu.

Menurut MOA, pameran yang digelar di pusat perbelanjaan Emporium Pluit, Jakarta, itu mengusung tema “Farm Stay, Fun Stay” dan menghadirkan tujuh destinasi agrowisata unggulan Taiwan, tiga maskapai penerbangan, serta 10 agen perjalanan Indonesia yang menawarkan lebih dari 30 paket wisata.  

MOA mengatakan tren wisata luar negeri masyarakat Indonesia dalam beberapa tahun terakhir mulai bergeser dari destinasi perkotaan modern menuju perjalanan yang lebih interaktif dan berorientasi pada relaksasi.

Agrowisata Taiwan dinilai sesuai dengan kebutuhan tersebut karena menggabungkan ekologi alam, budaya lokal, serta pengalaman kuliner dan aktivitas kerajinan tangan.

(Sumber Foto : Dokumentasi CNA)
(Sumber Foto : Dokumentasi CNA)

Area pameran dibagi menjadi empat zona utama, yakni wisata berkelanjutan, wisata buah, wisata bunga, dan wisata teh Taiwan.

Pengunjung juga dapat mengikuti berbagai aktivitas pengalaman pertanian, seperti membuat bantal aroma teh, kerajinan bunga aromaterapi, dan melukis telur, serta mencicipi teh susu boba khas Taiwan.

MOA mengatakan pihaknya telah memulai promosi sejak April untuk meningkatkan efektivitas acara. Pada tahap awal, lima pemengaruh dan media Indonesia diundang mengunjungi sembilan destinasi wisata di Taiwan pada 7–12 April.

Selanjutnya, 10 agen perjalanan Indonesia mengikuti tur survei destinasi pada 14–19 April dan menghadiri forum pertukaran industri Taiwan-Indonesia di Flying Cow Ranch pada 18 April guna merancang paket wisata yang sesuai dengan kebutuhan pasar Indonesia.

(Sumber Foto : Dokumentasi CNA)
(Sumber Foto : Dokumentasi CNA)

MOA menilai Indonesia, sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara dengan populasi sekitar 280 juta jiwa dan daya beli generasi muda yang terus meningkat, merupakan pasar potensial bagi pengembangan agrowisata Taiwan.

Karena hampir 90 persen penduduk Indonesia beragama Islam, pelaku industri agrowisata Taiwan juga mulai menyediakan makanan ramah Muslim serta fasilitas penginapan yang sesuai bagi wisatawan Muslim, kata kementerian tersebut.

MOA berharap pengembangan merek “Taiwan Agri-tourism” dapat menarik lebih banyak wisatawan Indonesia berkunjung ke pedesaan Taiwan sekaligus memperkuat pertukaran pariwisata kedua pihak.

(Oleh Gwyneth Sharon dan Jennifer Aurelia)

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.