Presiden Lai janjikan "dukungan maksimal" untuk bisnis Taiwan di tengah tarif 32% AS

04/04/2025 14:52(Diperbaharui 04/04/2025 17:05)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Presiden Lai Ching-te. (Sumber Foto : CNA, 1 April 2025)
Presiden Lai Ching-te. (Sumber Foto : CNA, 1 April 2025)

Taipei, 4 Apr. (CNA) Presiden Lai Ching-te (賴清德) pada Kamis malam (3/4) berjanji untuk memberikan bantuan kepada bisnis yang akan terkena dampak dari tarif 32 persen Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap impor Taiwan.

Menggambarkan rencana tarif impor itu sebagai "Tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap perdagangan dan ekonomi global," Lai di media sosial mengatakan bahwa pemerintah terus berhubungan erat dengan industri Taiwan, dan akan memberikan mereka "Dukungan maksimal," tanpa memberikan rincian.

Sementara itu, pemerintah akan terus berkomunikasi dengan Amerika Serikat terkait "Banyak aspek tidak masuk akal dari tarif impor itu" dan untuk "Melindungi kepentingan nasional kita," katanya.

Lai menambahkan bahwa ia telah memerintahkan Yuan Eksekutif (Kabinet), yang dipimpin Perdana Menteri Cho Jung-tai (卓榮泰), untuk melaporkan kepada publik tentang kemungkinan dampak tarif impor Trump terhadap ekonomi Taiwan dan rencana respons pemerintah "Dalam waktu sesingkat mungkin."

Dalam sebuah konferensi pers di Washington, Trump mengumumkan tarif resiprokal terhadap puluhan negara, dengan Taiwan menghadapi pajak impor sebesar 32 persen mulai 9 April.

Menurut Gedung Putih, hanya sejumlah barang, seperti tembaga, farmasi, semikonduktor, kayu, energi, dan "Beberapa mineral penting" yang akan dibebaskan dari langkah ekonomi terbaru ini.

Komentar Lai dibuat beberapa jam setelah Kabinet mengeluarkan pernyataan berita yang mengkritik rencana Washington, menyebut langkah itu "Sangat tidak masuk akal" dan "Sangat disesalkan."

Menurut Lai, tarif terhadap barang-barang Taiwan gagal "Mencerminkan hubungan perdagangan yang sangat saling melengkapi" antara Taiwan dan AS.

Taiwan telah mencatat surplus perdagangan dengan AS dalam beberapa tahun terakhir karena meningkatnya permintaan Amerika terhadap produk teknologi informasi dan komunikasi Taiwan, kata Lai.

Oleh karena, Lai mengatakan bahwa ia merasa "Tidak masuk akal" hal ini digunakan sebagai alasan bagi Washington untuk memberlakukan tarif impor tinggi pada Taiwan.

Presiden juga menyatakan kekhawatiran bahwa tarif impor Trump akan berdampak buruk pada ekonomi global.

(Oleh Teng Pei-ju dan Jason Cahyadi)

>Versi Bahasa Inggris

Selesai/IF

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.