Pejabat Resmi: Aktivitas AL Tiongkok di sekitar Taiwan, upaya pembatasan keterlibatan asing

10/12/2024 17:05(Diperbaharui 10/12/2024 20:02)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

(Sumber Grafis : CNA)
(Sumber Grafis : CNA)

Taipei, 10 Des. (CNA) Peningkatan aktivitas militer Tiongkok pada Senin (9/12) membentuk dua "Tembok" di sebelah timur Taiwan yang bertujuan untuk mengamankan kendali atas Selat Taiwan dan memblokir akses negara lain, kata seorang pejabat pertahanan Taiwan pada Selasa.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan pada Selasa pagi, Kementerian Pertahanan Nasional (MND) mengatakan mereka telah mendeteksi sebanyak 21 kapal Tiongkok -- 12 kapal perang dan sembilan kapal resmi -- di sekitar Taiwan, meskipun tidak merinci area yang terlibat.

Angka ini jauh lebih sedikit dibandingkan sekitar 90 kapal Tiongkok yang dilaporkan Reuters, mengutip seorang pejabat keamanan yang tidak disebutkan namanya, yang berada "dekat" Taiwan pada Senin.

Saat ditanya oleh CNA pada Selasa mengenai perbedaan tersebut dalam konferensi pers, Letnan Jenderal Hsieh Jih-sheng (謝日升), kepala Kantor Wakil Kepala Staf Umum untuk Intelijen MND, mengatakan bahwa intelijen kementerian menunjukkan hanya 21 kapal yang berada di dekat Taiwan.

Hsieh menjelaskan bahwa sekitar 90 kapal yang dilaporkan Reuters kemungkinan merupakan agregat informasi dan mencakup kapal-kapal Tiongkok yang tercatat oleh Jepang dan negara tetangga lainnya di area yang lebih luas.

Meskipun enggan mengomentari lokasi spesifik dari sekitar 70 kapal lainnya, Hsieh mengatakan bahwa pengerahan Angkatan Laut Tiongkok meluas hingga Pasifik Barat di area antara rantai pulau pertama dan kedua, membentuk sebuah "Tembok."

Sementara itu, armada kapal Tiongkok yang lebih besar dari biasanya membentuk tembok lain di perairan timur negara tersebut di dalam zona identifikasi pertahanan udara (ADIZ) Taiwan, kata Hsieh.

"Dengan dua tembok ini, mereka mengirim pesan yang jelas: Selat Taiwan adalah perairan internal mereka, dan masalah lintas selat harus ditangani oleh Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) dan Republik Rakyat Tiongkok," kata Hsieh.

Rantai pulau pertama mengacu pada gugusan pulau yang terdiri dari Kepulauan Aleutian, Kepulauan Jepang, Korea Selatan, Kepulauan Ryukyu, Taiwan, Filipina, dan Kepulauan Sunda Besar.

Rantai pulau kedua terletak lebih jauh ke timur dan mencakup Kepulauan Izu, Kepulauan Bonin, Kepulauan Mariana, Kepulauan Caroline, Guam, Palau, dan Pulau Halmahera.

Hsieh mencatat bahwa meskipun manuver militer Tiongkok di sekitar Taiwan sejak Senin bukanlah "Latihan militer," dan Tiongkok belum mengumumkan dimulainya latihan militer di sekitar Taiwan, negara tersebut telah mengerahkan beberapa pasukan laut PLA ke Pasifik Barat di mana mereka membentuk "Daya pencegah area yang signifikan terhadap kekuatan asing."

Daya pencegah area mengacu pada kemampuan atau strategi militer yang dirancang untuk mencegah atau membatasi pergerakan kekuatan musuh ke dalam area tertentu.

Hsieh mengatakan bahwa MND tidak menutup kemungkinan Tiongkok akan meningkatkan pengerahan militernya saat ini menjadi latihan atau serangan terhadap Taiwan karena mereka selalu siap untuk skenario terburuk.

Mayor Jenderal Tung Chi-hsing (董冀星) dari Kantor Wakil Kepala Staf Umum untuk Operasi dan Perencanaan MND menambahkan bahwa pengerahan oleh Angkatan Bersenjata mempertimbangkan kemungkinan serangan musuh yang mengejutkan dan memperhitungkan apa yang kemungkinan besar akan dilakukan musuh serta bagaimana situasi bisa berkembang.

Sebagai contoh, Tung mengatakan, militer telah melakukan latihan kesiapsiagaan tempur dan memerintahkan pasukan untuk mengambil posisi strategis mereka sesuai dengan pengerahan waktu perang berdasarkan ancaman yang ada.

Sementara itu, MND mencatat sebanyak 47 pesawat PLA di ADIZ Taiwan dalam periode 24 jam, yang dimulai pukul 6 pagi pada Senin.

Dari pesawat-pesawat tersebut, yang termasuk pesawat tempur dan drone, satu melintasi garis median Selat Taiwan sementara 15 lainnya melintasi perpanjangan garis tersebut dan memasuki bagian barat daya ADIZ, menurut peta penerbangan yang dirilis oleh MND.

ADIZ adalah area yang dideklarasikan sendiri di mana suatu negara mengklaim hak untuk mengidentifikasi, melacak, dan mengendalikan pesawat asing yang mendekat, tetapi bukan bagian dari wilayah udara teritorialnya sebagaimana yang didefinisikan oleh hukum internasional.

(Oleh Sean Lin dan Jennifer Aurelia)

>Versi Bahasa Inggris

Selesai/IF

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.