Taipei, 9 Juli (CNA) Seorang Kopral Kepala Angkatan Laut telah dituntut karena membocorkan intelijen (agen rahasia) militer ke Tiongkok dengan imbalan NT$170.000 (Rp84.946.895), kata Kantor Kejaksaan Agung Taiwan pada hari Selasa (9/7).
Kopral kepala tersebut, yang bermarga Chen (陳), didakwa menggunakan posisinya di Pusat Pelatihan Rekrut Angkatan Laut untuk secara diam-diam memotret petugas, pelatihan, dan informasi pangkalan militer rahasia melalui ponsel di kabupaten Yilan dan Pingtung dari bulan April 2022 hingga Februari 2023, kata kejaksaan.
Menurut kejaksaan, Chen mulai berbagi informasi dengan "manajer bisnis Tiongkok" yang bermarga Zhang (張) atas permintaan pihak di seberang selat tersebut melalui alat komunikasi online instan seperti LINE dan Telegram pada empat kali kesempatan sejak tahun 2022.
Chen memulai praktik tersebut setelah bertemu Zhang di grup pinjaman online pada tahun 2022, didorong oleh tekanan finansial dari hutang, kata kejaksaan.
Chen pada tanggal 24 Juni dituntut atas pelanggaran terhadap Kode Pidana Angkatan Bersenjata dan Undang-Undang Anti Korupsi, menurut kantor tersebut.
Menanggapi kasus tersebut, Kementerian Pertahanan Nasional (MND) mengatakan upaya penyusupan Tiongkok telah menimbulkan ancaman yang meningkat bagi militer dalam beberapa tahun terakhir, sebanding dengan tingkat keparahan serangan rudal dan angkatan laut.
Kasus ini terungkap oleh petugas keamanan militer selama operasi anti penyadapan, kata juru bicara MND, Mayor Jenderal Sun Li-fang (孫立方) dalam konferensi pers pada hari Selasa.
Fakta bahwa ada begitu banyaknya kasus mata-mata yang telah terdeteksi, menggarisbawahi efektivitas pendidikan anti-infiltrasi (penyusupan) di Taiwan, katanya.
Selesai/ ML
Enditem/AW