Taipei, 9 Okt. (CNA) Unit indie rock asal Indonesia, Grrrl Gang tampil di Gala Hari Nasional di New Taipei, Jumat (9/10). Trio Angee (vokal), Akbar (bass), dan Edo (gitar) dengan tiga pemain tambahan tampil menggebrak dengan lagu-lagu yang diambil dari album penuh perdana mereka "Spunky".
"Ini adalah malam spesial, kami Grrrl Gang dari Indonesia dan sangat senang berada di sini," kata Angee usai lagu ketiga.
Angee bercerita bahwa pertama kali mereka datang ke Taiwan adalah pada 2023 dalam rangka memperkenalkan album "Spunky" yang didistribusikan di Taiwan lewat label rekaman Big Romantic Records.
Kini, ketiganya tampil di atas panggung Gala Hari Nasional yang megah, membawakan total lima lagu yang di antaranya diambil dari album tersebut.
Repertoar dimulai dengan "Rude Awakening", "You and Me", beranjak ke "Pop Princess" yang jadi anthem mereka. Lalu, Grrrl Gang kembali menghentak dengan "Blue-Stained Lips" dan menutup dengan "Honey Baby", seraya menyebut lagu terakhir ini didedikasikan untuk diaspora Indonesia yang ada di Taiwan.
"Lagu ini buat kalian," kata Angee dari atas panggung dalam bahasa Inggris.
Dalam percakapan bersama pembawa acara Chen Ming-chu (陳明珠) dan Ethen Liu (劉傑中) usai tampil, Angee menyebut ia bisa merasakan energi penonton yang menyambut Grrrl Gang. Ia pun senang bisa kembali ke Taiwan bersama band-nya dalam perjalanan yang ia sebut sebagai sebuah "perjalanan berbelanja."
Angee juga menyapa diaspora Indonesia di Taiwan dan memberi semangat kepada mereka. "Semangat guys!" ucapnya sambil berteriak. Ia bahkan mengajarkan kata tersebut kepada presenter Chen dan Liu.
Sebelumnya, pembawa acara memang sempat menyapa sekerumunan hadirin asal Indonesia di antara para penonton.
Penampilan Grrrl Gang kali ini juga menandai perjalanan satu dekade band tersebut. Menurut Angee, ini adalah masa di mana mereka semakin bersemangat dan bersiap membuat musik baru.
Peluang perluas koneksi
Dalam wawancara dengan CNA, band yang bermula di Yogyakarta ini mengaku tidak menyangka mendapat undangan untuk tampil dalam acara tersebut. Namun, mereka menganggap kesempatan itu sebagai pengalaman yang mengejutkan sekaligus menarik.
"Pemilihan lagu dilakukan melalui diskusi dengan tim penyelenggara, dengan mempertimbangkan materi yang dapat memperkenalkan karakter musik mereka kepada penonton yang belum pernah menyaksikan penampilan band tersebut," kata Akbar.
Ia pun mengatakan mereka berharap kelima lagu itu dapat memberikan gambaran mengenai identitas musikal Grrrl Gang kepada penonton yang baru pertama kali mengenal mereka.
Bagi Grrrl Gang, penampilan di Gala Hari Nasional ini juga menjadi kesempatan untuk kembali berinteraksi dengan publik Taiwan, setelah tampil di bar kecil Revolver pada 2023 dan menggeber Spring Wave Festival di Taichung pada 2025.
"Suasana komunitas musik independen Taiwan terasa akrab saja karena memiliki kemiripan dengan komunitas musik di Indonesia. Kedekatan tersebut terlihat dari karakter orang-orang yang terlibat dalam skena musik maupun cara komunitas terbentuk dan berinteraksi," kata Akbar tentang kesannya terhadap kancah musik indie Taiwan.
Ketika ditanya mengenai hal yang ingin mereka perkenalkan sebagai band asal Indonesia dalam acara nasional Taiwan tersebut, para personel Grrrl Gang mengatakan mereka tidak menyiapkan pesan khusus di luar penampilan musik mereka.
Mereka memandang kehadiran sebagai musisi Indonesia di panggung Taiwan itu sendiri sudah menjadi bentuk representasi Indonesia, tanpa harus secara khusus menonjolkan identitas kebangsaan melalui materi pertunjukan.
Melihat potensi dari diaspora dan kesamaan skena
Band yang pernah menjajal tur Amerika Serikat ini menilai keberadaan diaspora Indonesia di Taiwan dapat menjadi salah satu faktor yang mendukung perkembangan pertunjukan musik Indonesia di pulau tersebut.
Salah satu personel mengatakan bahwa komunitas diaspora merupakan pasar potensial bagi band-band Indonesia untuk menjangkau pendengar baru dan menyelenggarakan pertunjukan di luar negeri.
"Potensi ini tidak terbatas pada Grrrl Gang, tetapi juga dapat dimanfaatkan oleh band-band Indonesia dari genre musik lainnya," kata Akbar.
Ia mencontohkan antusiasme penonton dalam sejumlah pertunjukan musik Indonesia di Taiwan sebagai indikasi bahwa terdapat audiens yang dapat dijangkau. Ia juga menyinggung kunjungan band Taiwan ke Indonesia yang, menurutnya, mendapat sambutan ramai.
"Selain dukungan diaspora, kemiripan karakter skena musik independen Indonesia dan Taiwan dinilai dapat membuka ruang pertukaran yang lebih luas," kata Akbar.
Mengajak diaspora bertemu langsung
Di akhir wawancara, Edo, gitaris Grrrl Gang menyampaikan pesan kepada masyarakat Indonesia yang tinggal di Taiwan agar tetap menjaga kesehatan dan terus mendukung musisi Indonesia yang berkunjung.
Mereka juga berharap dapat bertemu langsung dengan diaspora Indonesia selama berada di Taiwan, sebagaimana yang mereka alami ketika melakukan perjalanan dan tampil di negara lain.
Menurut para personel, dukungan diaspora terhadap band Indonesia kerap terasa melalui kehadiran orang-orang Indonesia di berbagai pertunjukan musik di luar negeri.
Gala Hari Nasional, yang mengusung tema "A Stage for the World : Together in Taiwan", digelar di Banqiao Stadium untuk memperingati Hari Nasional ke-115 Republik Tiongkok (Taiwan) yang jatuh pada 10 Oktober.
Acara turut dihadiri sejumlah pejabat dari dalam dan luar negeri, termasuk Presiden Lai Ching-te (賴清德), Perdana Menteri Cho Jung-tai (卓榮泰), Ketua Yuan Legislatif Han Kuo-yu (韓國瑜), Wali Kota New Taipei Hou Yu-ih (侯友宜), dan Pelaksana Tugas Menteri Dewan Urusan Komunitas Luar Negeri Lee Yen-hui (李姸慧).
Selesai/JC