Taipei, 9 Okt. (CNA) Wali Kota Taipei Chiang Wan-an (蔣萬安) pada Kamis (8/10) mengusulkan untuk "memindahkan" Bandara Songshan Taipei (TSA) dan membangun "taman AI" di lokasi tersebut, yang kemudian mendapat tanggapan dari penantangnya dari Partai Progresif Demokratik (DPP) Puma Shen (沈伯洋), yang mempertanyakan apa yang telah dilakukan Chiang untuk memajukan tujuan tersebut selama 10 tahun menjabat sebagai legislator yang mewakili distrik tersebut dan sebagai wali kota.
Chiang, anggota partai oposisi utama Kuomintang (KMT), mengumumkan rencana tersebut dalam sebuah konferensi pers, dengan mengatakan bahwa ia akan membangun taman AI, mengubah lahan seluas 300 hektar itu menjadi klaster industri dan kawasan hunian, dengan perkiraan 65.000 lapangan kerja dan 35.000 penduduk.
Chiang mengatakan ia akan berupaya menarik perusahaan di bidang fintech, modal ventura internasional, pameran dan hotel untuk mendirikan operasi di lokasi tersebut, yang diperkirakan akan menghasilkan output ekonomi sebesar NT$12 triliun (Rp6,732 kuadriliun) per tahun.
Namun, wali kota tidak menyebutkan ke mana ia berencana memindahkan bandara tersebut, melainkan menunjuk pada terminal ketiga dan landasan pacu yang sedang dibangun di Bandara Internasional Taoyuan, yang menurutnya akan mampu menggantikan kapasitas TSA saat landasan pacu tersebut selesai pada tahun 2033.
Usulan Chiang mendapat tanggapan dari Shen, yang ketika dimintai komentar oleh wartawan, mencatat bahwa Daerah Pemilihan Ketiga, yang mencakup Distrik Zhongshan dan bagian utara Distrik Songshan, adalah daerah pemilihan Chiang saat ia menjabat sebagai legislator dari 2016 hingga 2022.
"Jadi, persiapan apa yang telah dilakukan Wali Kota Chiang selama 10 tahun terakhir?" tanya Shen.
Shen mengatakan bahwa ketika mantan calon legislator DPP Enoch Wu (吳怡農) mengajukan usulan yang sama dalam pemilihan sela legislatif tahun 2023, Chiang mengkritiknya sebagai "janji pemilu yang terburu-buru."
"Apa yang berubah?" tanya Shen.
Meski demikian, Shen mengatakan ia menyambut setiap diskusi kebijakan dan menantikan debat mengenai isu tersebut dengan Chiang.
Usulan Chiang dikritik oleh kandidat magistrat KMT dan DPP di Kabupaten Penghu.
Kandidat magistrat KMT Penghu Chen Chen-chung (陳振中) mengatakan ia "tegas menolak" usulan tersebut, dengan alasan bahwa TSA adalah pusat transportasi penting bagi warga yang bepergian antara Penghu dan pulau utama Taiwan.
Kandidat magistrat DPP Penghu Wu Shu-chin (吳淑瑾) mengecam usulan tersebut sebagai tidak berbeda dengan "mengorbankan Penghu seolah-olah itu adalah alat tawar-menawar" demi keuntungan politik Chiang.
Kandidat magistrat KMT Lienchiang Wang Chung-ming (王忠銘) juga mengatakan bahwa pengembangan AI tidak seharusnya mengorbankan kepentingan warga di pulau-pulau terluar.
Ketika ditanya tentang usulan Chiang, Wakil Menteri Transportasi Chen Yen-po (陳彥伯) mengatakan TSA adalah pusat penting untuk penerbangan internasional yang menghubungkan Taipei dengan Seoul, Tokyo, dan Shanghai, serta penerbangan domestik dari Taipei ke Taiwan timur dan pulau-pulau terluar.
Pemerintah kota Taipei belum pernah mendiskusikan usulan seperti itu dengan Kementerian Transportasi dan Komunikasi selama empat tahun terakhir, kata Chen, seraya menyerukan "penilaian yang hati-hati" mengingat dampak luas dari rencana tersebut.
Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri Ma Shih-yuan (馬士元) juga mengatakan bahwa pemerintah kota Taipei belum berkonsultasi dengan Kementerian Dalam Negeri sebelum mengajukan rencana tersebut.
TSA adalah garnisun penting dari National Air Service Corps dan "tidak tergantikan" untuk misi pencarian dan penyelamatan di Taiwan utara, kata Ma.