Menteri OCAC dan keluarganya dituduh salah gunakan sumber daya publik di luar negeri

06/10/2026 09:25(Diperbaharui 06/10/2026 09:25)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Legislator TPP menuduh Kepala Dewan Urusan Komunitas Luar Negeri, Hsu Chia-ching, dan anggota keluarganya telah menyalahgunakan sumber daya publik dalam sebuah konferensi pers di Taipei hari Senin. (Sumber Foto : CNA, 5 Oktober 2026)
Legislator TPP menuduh Kepala Dewan Urusan Komunitas Luar Negeri, Hsu Chia-ching, dan anggota keluarganya telah menyalahgunakan sumber daya publik dalam sebuah konferensi pers di Taipei hari Senin. (Sumber Foto : CNA, 5 Oktober 2026)

Taipei, 5 Okt. (CNA) Partai Rakyat Taiwan (TPP) hari Senin (5/10) mengatakan Kepala Dewan Urusan Komunitas Luar Negeri (OCAC) Hsu Chia-ching (徐佳青) dan anggota keluarganya menyalahgunakan sumber daya publik selama perjalanan dinasnya ke luar negeri -- tuduhan yang telah dibantah OCAC.

Dalam konferensi pers, Direktur Fraksi Legislatif TPP Vicky Chen (陳智菡) mengatakan Hsu, sebagai wakil dan kemudian kepala OCAC, telah melakukan perjalanan ke luar negeri 47 kali dengan total 526 hari sejak 2022, menghabiskan total NT$23,83 juta (Rp13,45 miliar), atau sekitar sepertiga dari anggaran perjalanan internasional dewan tersebut.

Selama periode empat tahun itu, Hsu juga mengajukan tunjangan perjalanan harian dengan total NT$4,2 juta, kata Chen.

Meskipun perjalanan internasional untuk keperluan pekerjaan sering kali diperlukan, Hsu telah mengambil enam kali cuti pribadi selama perjalanannya ke Amerika Serikat sejak 2024, sehingga memicu spekulasi di kalangan warga Taiwan di luar negeri bahwa ia sering bepergian untuk mengunjungi keluarga, kata Chen.

Sementara itu, Legislator TPP Hung Yu-shiang (洪毓祥) memutar rekaman audio dari sumber tanpa nama yang menyatakan bahwa suami dan putra Hsu saat ini tinggal di Washington, dan Hsu telah bepergian ke sana atau New York "tiga hingga empat kali" pada 2024.

Perjalanan yang sering tersebut membuat staf di kantor OCAC lokal Taiwan kelelahan, menurut individu dalam rekaman itu, yang juga mengklaim bahwa suami Hsu, analis politik Amerika Bo Tedards, telah menggunakan kendaraan diplomatik Taiwan untuk mengantar putra mereka ke pertemuan dengan Hsu.

Hung juga menuduh bahwa selama perjalanan OCAC ke Jerman dan Prancis pada 2022, Hsu, yang saat itu menjabat sebagai wakil kepalanya, memasukkan putranya ke delegasi sebagai "fotografer", meskipun usianya saat itu baru sekitar 14 tahun.

Para legislator TPP menuduh bahwa tindakan Hsu melanggar aturan konflik kepentingan bagi pegawai negeri dan melanggar ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang "merampas wewenang pejabat publik."

Mereka menuntut agar Hsu diberhentikan sementara dari jabatannya sebagai kepala OCAC sambil menunggu investigasi etik.

OCAC membantah

Dalam pernyataan yang dikeluarkan kemudian pada Senin, OCAC membantah melakukan kesalahan, dengan mengatakan "sama sekali tidak ada penyalahgunaan dana publik untuk keuntungan pribadi."

OCAC mengatakan perjalanan internasional yang dilakukan Hsu -- baik untuk "kunjungan inspeksi" maupun untuk acara besar di komunitas Taiwan di luar negeri -- diperlukan dalam pelaksanaan tugasnya.

Semua jadwal perjalanan, pengaturan personel, dan pengeluaran anggaran dilakukan sesuai hukum Taiwan, sementara penggantian biaya yang diajukan Hsu diaudit secara ketat, tanpa ditemukan ketidakakuratan atau pelanggaran, kata OCAC.

Selain itu, semua penempatan staf OCAC di luar negeri dan penggunaan kendaraan dinas dilakukan sesuai dengan protokol yang telah ditetapkan dan terbatas pada urusan resmi, sehingga tidak memungkinkan adanya penggunaan pribadi atau klaim dana yang berlebihan, kata OCAC.

(Oleh Tseng Yi-ning, Charlotte Yang, Matthew Mazzetta, dan Jason Cahyadi)

>Versi Bahasa Inggris

Selesai/

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.