Taipei, 9 Okt. (CNA) Mahkamah Agung Taiwan pada hari Rabu (7/10) menolak banding dan menguatkan hukuman penjara 17 tahun untuk seorang gangster yang menahan, menyerang, dan merampok seorang pegawai toko serba ada, yang kemudian melompat hingga tewas dari balkon lantai 13.
Putusan tersebut mempertahankan putusan Pengadilan Cabang Tainan Pengadilan Tinggi Taiwan, yang menyatakan pria tersebut, Liu Chia-yu (劉佳宥), bersalah atas perampokan bersenjata yang diperberat, penganiayaan, pelanggaran terhadap kebebasan pribadi, dan keterlibatan dalam kejahatan terorganisir.
Pengadilan juga menguatkan hukuman terhadap rekan terdakwa Liu, termasuk Chen Yi-ling (陳羿伶), yang menerima hukuman 12 tahun atas penganiayaan, pelanggaran terhadap kebebasan pribadi, dan perampokan bersenjata yang diperberat, serta Tseng Han-jen (曾漢仁), yang menerima hukuman 14 tahun atas penganiayaan, perampokan bersenjata yang diperberat, keterlibatan dalam kejahatan terorganisir, dan menyebabkan cedera yang berujung kematian. Beberapa terdakwa lainnya juga dinyatakan bersalah atas pelanggaran serupa.
Putusan ini bersifat final dan tidak dapat diajukan banding.
Menurut putusan, Chen, yang mengelola sebuah toko serba ada di Distrik Yongkang, Tainan, menghubungi Liu dan tunangannya untuk menghadapi seorang pegawai toko bermarga Ting (丁), yang ia curigai telah mencuri uang dari toko.
Liu adalah salah satu pemimpin geng yang terlibat dalam penagihan utang secara kekerasan, penahanan ilegal, dan perampokan, serta juga merekrut anak di bawah umur, menurut putusan tersebut.
Pada 27 April 2023, Chen dan rekan terdakwanya membawa Ting ke ruang penyimpanan toko untuk diinterogasi. Liu, Tseng, dan lainnya memukulinya dengan tangan, botol bir, dan kunci inggris logam, menyebabkan cedera di kepala, menurut pengadilan.
Ketika Ting mencoba melarikan diri, mereka menahannya dan terus memukulinya. Mereka juga memaksanya menandatangani cek kasir senilai NT$1 juta (Rp561 juta ) dan perjanjian penyelesaian. Liu juga secara paksa mengambil kalung emas milik Ting.
Ting mengambil cuti kerja selama empat hari sebelum kembali ke toko serba ada pada 2 Mei, ketika Chen memanggil Liu dan yang lainnya ke lokasi.
Dini hari berikutnya, Liu, Tseng, dan terdakwa lainnya membawa Ting ke ruang penyimpanan untuk kedua kalinya, di mana mereka memukulinya dengan selang plastik dan memaksanya berlutut serta menanggalkan celananya sambil mengancamnya dengan parang, menurut putusan.
Ting kemudian mengakui telah mengambil NT$200.000, sehingga Liu menghubungi ibunya untuk menuntut pembayaran utang sambil berpura-pura sebagai manajer toko dan presiden jaringan toko serba ada tersebut. Liu juga mengancam akan melaporkan masalah ini ke polisi.
Ibu Ting kemudian meminta saudara iparnya untuk mentransfer NT$200.000 ke rekening Chen. Namun, Liu memerintahkan komplotannya untuk tidak membebaskan Ting, karena mereka berencana membawanya ke rumahnya di Kaohsiung dan terus memeras uang dari keluarganya, menurut putusan.
Sekitar pukul 11 pagi, Ting mengatakan ia merasa tidak sehat dan diizinkan kembali ke tempat tinggalnya di bawah pengawasan Tseng dan seorang anak di bawah umur. Ketika Tseng merasa frustrasi dengan keengganan Ting untuk meninggalkan tempat tinggalnya, ia menodongkan pistol ke pinggang Ting dan menembak. Peluru menembus pinggangnya namun tidak mengenai organ vital.
Merasa tidak ada jalan untuk meminta bantuan, Ting melompat dari balkon lantai 13 pada pukul 12:14 siang. Ia meninggal akibat banyak patah tulang dan organ yang pecah, menurut putusan.
Pengadilan menyatakan Tseng seharusnya dapat memperkirakan bahwa Ting berada dalam kondisi mental yang tertekan dan mungkin mencoba mengakhiri hidupnya setelah mengalami penyiksaan lebih lanjut, namun gagal mengambil tindakan yang tepat.
Jika Anda mengalami pikiran untuk bunuh diri di Taiwan, silakan hubungi hotline 1925, 1995, atau 1980 untuk mendapatkan bantuan.
Selesai/