Taipei, 23 Sep. (CNA) Seorang imigran baru asal Indonesia yang menerima penghargaan dalam sebuah program pemberdayaan dari Direktorat Jenderal Imigrasi (NIA) baru-baru ini mengajak keluarga-keluarga di Taoyuan membuat bingkai foto kolase kain batik sekaligus membagikan pengalamannya di Taiwan, kata NIA.
NIA dalam rilis pers hari Rabu (23/9) mengatakan bahwa pihaknya mengundang Jenny Chu, yang telah tinggal di Taiwan selama 24 tahun dan aktif terlibat dalam kegiatan pertukaran budaya, untuk mengisi kegiatan sosialisasi pendidikan keluarga bagi imigran baru di Taoyuan.
Dari profesinya sebagai pengajar multibudaya, guru bahasa Indonesia di sekolah dasar, penerjemah di kepolisian, penerjemah di puskesmas Zhongli, serta pemandu wisata di Taoyuan, Jenny telah memperoleh banyak pengalaman di berbagai bidang pekerjaan, kata NIA.
Berdasarkan pengalamannya, Jenny mendorong imigran baru untuk memahami bahwa mempelajari bahasa Mandarin sangat penting dalam proses beradaptasi dengan kehidupan di Taiwan. Baginya, bahasa bukan hanya sarana komunikasi sehari-hari, tetapi juga jembatan penting untuk memahami masyarakat dan memperluas hubungan sosial.
Dalam kegiatan, Jenny membagikan proses kreatif proyek karya batiknya yang meraih penghargaan dalam kelompok pendidikan dan pembelajaran serta seni dan budaya pada "Program Merajut Impian bagi Penduduk Imigran Baru dan Anak-anaknya" ke-12 dari NIA.
Untuk memahami secara mendalam budaya batik tradisional, Jenny secara khusus kembali ke kampung halamannya dan mengunjungi langsung desa-desa batik untuk mempelajari teknik pembuatannya. Setelah kembali ke Taiwan, ia membuka kelas kerajinan bagi orang tua dan anak.
Jenny pun mengajak para orang tua mendampingi anak-anak mereka mencoba membuat batik sekaligus mengenal makna budaya yang terkandung dalam berbagai motifnya, sehingga anak-anak dapat mengenal budaya yang berbeda melalui kerajinan serta menumbuhkan sikap menghormati keberagaman dan menghargai perbedaan, kata NIA.
Di kegiatan, para peserta menggunakan kain batik untuk membuat karya kolase, memadukan motif-motif tradisional yang indah ke dalam kehidupan sehari-hari dan menghasilkan bingkai foto kenangan yang unik.
Kepala Kantor Layanan Kota Taoyuan NIA, Su Hui-wen (蘇慧雯) mengatakan bahwa melalui pengalaman Jenny dalam menjalani kehidupan di Taiwan serta pengenalan budaya batik, masyarakat dapat mengenal, mengalami, dan berinteraksi dengan karakteristik budaya yang berbeda.
NIA mendorong imigran baru untuk menunjukkan keahlian mereka dan berbagi budaya dari daerah asalnya, sehingga berbagai budaya dapat saling berinteraksi dan memahami satu sama lain di tengah masyarakat Taiwan, serta bersama-sama menciptakan lingkungan yang inklusif, beragam, dan ramah, ucapnya.
Selesai/ML