UNUSA jajaki penguatan kemitraan dengan 3 universitas Taiwan

12/06/2026 11:11(Diperbaharui 12/06/2026 11:11)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

(Sumber Foto : UNUSA)
(Sumber Foto : UNUSA)

Taipei, 12 Jun. (CNA) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) mengatakan delegasinya telah mengunjungi sejumlah universitas di Taiwan untuk melakukan penguatan kemitraan, mulai dari rencana kolaborasi hingga penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang disertai kunjungan balasan.

Di antaranya, UNUSA berkunjung ke China Medical University (CMU) di Taichung pada Senin (8/6) untuk merancang cetak biru kolaborasi di berbagai bidang, dengan fokus utama kerja sama yang meliputi pengembangan kapasitas dosen melalui studi lanjut dan beasiswa pascadoktoral, kata universitas dalam rilis pers.

Selain itu, juga dibuka peluang magang klinis internasional bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK), Fakultas Kesehatan (FKes), serta Fakultas Keperawatan dan Kebidanan (FKK) UNUSA di jaringan rumah sakit pendidikan CMU yang telah terakreditasi Joint Commission International, kata universitas.

(Sumber Foto : UNUSA)
(Sumber Foto : UNUSA)

UNUSA juga menyebut CMU "dikenal sebagai raksasa pendidikan kesehatan dengan keunggulan riset yang komprehensif", dan reputasinya "yang menempati peringkat elit" di Times Higher Education Asia University Rankings 2024 menjadi standar kualitas yang ingin diadopsi pihaknya.

"Meski usia kami relatif muda, UNUSA berkomitmen pada perkembangan yang progresif melalui kemitraan dengan institusi kelas dunia. Hal ini menjadi kunci dalam mempercepat peningkatan riset, inovasi, dan layanan kesehatan kami agar mampu bersaing secara global," ujar Rektor Tri Yogi Yuwono yang memimpin delegasi.

Sebagai "langkah konkret" kesiapan mahasiswa menghadapi peluang global tersebut, UNUSA telah mengaktifkan "Mandarin Corner" di kampus, yang diproyeksikan menjadi jembatan bagi peserta didik untuk mengakses program-program akademik di Taiwan dengan lebih siap, kata universitas.

Kunjungan ini pun diakhiri dengan komitmen kuat kedua institusi untuk membangun kemitraan berkelanjutan yang tidak hanya berdampak bagi sivitas akademika, tetapi juga bagi masyarakat luas melalui inovasi kesehatan masa depan, kata UNUSA.

Sementara itu, pada Selasa, delegasi UNUSA melakukan kunjungan kerja ke Hungkuang University untuk mematangkan rencana kerja sama pendidikan dan riset lintas negara, dengan pertemuan yang menghasilkan kesepakatan awal mengenai empat pilar kerja sama utama yang akan segera diimplementasikan.

(Sumber Foto : UNUSA)
(Sumber Foto : UNUSA)

Di antaranya, ada formalisasi kerja sama melalui MoU, dengan tindak lanjut di mana pihak Hungkuang University dijadwalkan akan melakukan kunjungan balasan ke kampus UNUSA di Surabaya dalam waktu dekat.

Kemudian, ada pengembangan program pascasarjana untuk Master dan Doktor meliputi FK, FKK, FKes, dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) khususnya program studi Pendidikan Guru-Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD).

Selain itu, ada implementasi gelar ganda dengan skema 2+2 bagi mahasiswa jenjang sarjana serta program magang internasional.

Dengan menggandeng Hungkuang University "yang memiliki reputasi kuat," khususnya di bidang kesehatan dan teknologi, kata UNUSA, pihaknya optimistis dapat meningkatkan kualitas pendidikan, riset, serta pengabdian masyarakat.

Harapannya, implementasi dari empat pilar kerja sama ini dapat segera terealisasi dan memberikan dampak signifikan bagi peningkatan mutu lulusan serta daya saing UNUSA di level internasional, tambah universitas.

Juga pada Selasa, delegasi UNUSA mengunjungi Asia University, menyepakati berbagai poin kerja sama strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan riset internasional.

(Sumber Foto : UNUSA)
(Sumber Foto : UNUSA)

Agenda utama dari kunjungan tersebut, menurut UNUSA, adalah rencana penandatanganan MoU yang akan dilakukan dalam "waktu dekat." Delegasi Asia University dijadwalkan akan melakukan kunjungan balasan ke UNUSA pada awal Agustus untuk meresmikannya, tambah pihak universitas.

Kolaborasi ini mencakup pengembangan sumber daya manusia melalui program jenjang pendidikan lanjut, dengan fokus utama yang diarahkan pada pembukaan program magister dan doktor yang melibatkan empat fakultas di UNUSA, yakni FK, FKes, FKK, serta FKIP untuk program PG-PAUD, kata universitas.

UNUSA dan Asia University juga merancang skema gelar ganda untuk jenjang sarjana dengan "model yang fleksibel bagi mahasiswa," yakni skema 2+2, 3+1, hingga 7+1 semester yang memungkinkan mahasiswa mendapatkan pengalaman belajar di dua institusi dengan standar internasional, kata universitas.

Selain aspek akademik, UNUSA dan Asia University sepakat untuk membuka "ruang kolaborasi yang lebih luas," meliputi program magang, riset kolaborasi, hingga program kebudayaan atau kelas musim panas.

Tri Yogi menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah konkret dalam memperluas cakrawala internasional bagi sivitas akademika. Dengan menggandeng Asia University, ujarnya, UNUSA optimistis dapat meningkatkan standar kualitas pengajaran dan riset yang relevan dengan kebutuhan industri global.

(Oleh Jason Cahyadi)

Selesai/IF

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.