Paris gelar acara tiga pekan untuk rayakan wayang potehi Taiwan

08/03/2025 13:42(Diperbaharui 08/03/2025 13:42)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Sebuah poster yang mempromosikan acara wayang sarung tangan Taiwan di Paris. (Sumber Foto : Institut National des Langues et Civilisations Orientales)
Sebuah poster yang mempromosikan acara wayang sarung tangan Taiwan di Paris. (Sumber Foto : Institut National des Langues et Civilisations Orientales)

Paris, 8 Mar. (CNA) Sebuah acara tiga pekan yang merayakan seni pertunjukan wayang Taiwan, atau potehi, telah dimulai di Paris dengan serangkaian pertunjukan, lokakarya, dan sesi latihan bahasa untuk memperkenalkan seni tradisional ini kepada masyarakat Prancis.

Acara "Taiwan Pòo-tē-hì" yang diadakan di Institut National des Langues et Civilisations Orientales (INALCO) di Paris ini dimulai pada Rabu (5/3), menyoroti warisan budaya dan artistik dari wayang potehi Taiwan, menurut Liu Chan-yueh (劉展岳), kepala program Kajian Taiwan di institut tersebut.

Untuk pertama kalinya, acara ini akan secara resmi mengadopsi kata dalam bahasa Hokkien Taiwan "Pòo-tē-hì" sebagai nama resminya, menggantikan istilah Prancis lama Marionette chinoise à gaine (boneka sarung tangan Tionghoa).

"Saya berharap di masa depan, masyarakat Prancis bisa mengucapkan 'Pòo-tē-hì' dengan benar ketika menyebut teater boneka Taiwan," kata Liu kepada CNA.

 (Sumber Foto : Institut National des Langues et Civilisations Orientales)
 (Sumber Foto : Institut National des Langues et Civilisations Orientales)

Ia juga melihat acara ini sebagai peluang untuk menginspirasi generasi baru mahasiswa Prancis agar mengunjungi Taiwan dan mengeksplorasi perkembangan seni Pòo-tē-hì, sekaligus mempererat pertukaran budaya antara Taiwan dan Prancis.

Selain membahas konteks historisnya, acara ini juga menawarkan pengalaman langsung, memberikan perjalanan mendalam ke dalam seni pertunjukan tersebut, kata Liu.

Salah satu sorotan pada hari pembukaan adalah lokakarya yang berfokus pada pengiriman dialog potehi, di mana peserta mempelajari bagaimana berbagai karakter -- seperti cendekiawan, tokoh perempuan, dan tokoh komedi -- melafalkan kalimat yang sama dengan variasi nada khas dalam bahasa Hokkien Taiwan.

(Oleh Lee Jo-yun, Lee Hsin-Yin, dan Jennifer Aurelia)

>Versi Bahasa Inggris

Selesai/JC

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.