Paris, 8 Mar. (CNA) Sebuah acara tiga pekan yang merayakan seni pertunjukan wayang Taiwan, atau potehi, telah dimulai di Paris dengan serangkaian pertunjukan, lokakarya, dan sesi latihan bahasa untuk memperkenalkan seni tradisional ini kepada masyarakat Prancis.
Acara "Taiwan Pòo-tē-hì" yang diadakan di Institut National des Langues et Civilisations Orientales (INALCO) di Paris ini dimulai pada Rabu (5/3), menyoroti warisan budaya dan artistik dari wayang potehi Taiwan, menurut Liu Chan-yueh (劉展岳), kepala program Kajian Taiwan di institut tersebut.
Untuk pertama kalinya, acara ini akan secara resmi mengadopsi kata dalam bahasa Hokkien Taiwan "Pòo-tē-hì" sebagai nama resminya, menggantikan istilah Prancis lama Marionette chinoise à gaine (boneka sarung tangan Tionghoa).
"Saya berharap di masa depan, masyarakat Prancis bisa mengucapkan 'Pòo-tē-hì' dengan benar ketika menyebut teater boneka Taiwan," kata Liu kepada CNA.
Ia juga melihat acara ini sebagai peluang untuk menginspirasi generasi baru mahasiswa Prancis agar mengunjungi Taiwan dan mengeksplorasi perkembangan seni Pòo-tē-hì, sekaligus mempererat pertukaran budaya antara Taiwan dan Prancis.
Selain membahas konteks historisnya, acara ini juga menawarkan pengalaman langsung, memberikan perjalanan mendalam ke dalam seni pertunjukan tersebut, kata Liu.
Salah satu sorotan pada hari pembukaan adalah lokakarya yang berfokus pada pengiriman dialog potehi, di mana peserta mempelajari bagaimana berbagai karakter -- seperti cendekiawan, tokoh perempuan, dan tokoh komedi -- melafalkan kalimat yang sama dengan variasi nada khas dalam bahasa Hokkien Taiwan.
Selesai/JC